Pemprov Jabar dan Australia Selatan Lakukan Kerja Sama Literasi

Pemprov Jabar dan Australia Selatan Lakukan Kerja Sama Literasi

 

Pemprov Jabar dan Australia Selatan Lakukan Kerja Sama Literasi

Pemerintahan Provinsi Jawa Barat

melakukan kerja sama dengan Pemerintahan Australia Selatan dalam bidang pendidikan. Literasi menjadi salah satu yang termasuk dalam kerangka kerja sama yang dilaksanakan hingga 2020 mendatang.

Widyaiswara Dinas Pendidikan Jawa Barat

Eep Saeful RF mengatakan pengembangan literasi tersebut direalisasikan dengan mengadakan Workshop Pengembangan Minat Baca, bagi Siswa SMA di Jawa Barat Tahun 2018. Diikuti oleh 150 siswa untuk angkatan pertama, kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 13-16 November 2018, di Grand Hotel Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

“Dan output dari kegiatan workshop ini salah satunya diwujudkan dalam bentuk penulisan buku. Buku ini yang nantinya dibagikan di Negara Australia dengan ditulis dalam dua bahasa,” ujar Eep.

Eep menjelaskan buku yang nantinya diberi judul “Sampurasun,”

berisi hal-hal menarik tentang Jawa Barat. Karya tersebut merupakan kumpulan tulisan siswa, yang ditulis sebanyak 250 kata. Setelah itu, buku akan diterbitkan dan diserahkan kepada Pemerintahan Australia.

Selain itu, Eep mengatakan workshop yang diselenggarakan bertujuan untuk tiga hal, pertama untuk menumbuhkembangkan minat membaca dan menulis pada siswa SMA. Dengan hal tersebut, siswa akan lebih termotivasi dan dan lebih berminat dalam aktifitas membaca dan menulis. Kedua, untuk meningkatkan kemampuan dan membekali siswa dengan kemampuan dalam hal mengembangkan strategi membaca.

“Di abad 21 ini

keterampilan membaca memang menduduki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, membaca itu harus dipelajari. Bagaimana membaca yang benar, bagaimana membaca sampai menghasilkan pengetahuan, dan akhirnya menjadi orang yang literat dengan membaca,” ujar Eep.

Eep mengatakan, tujuan yang ketiga adalah dengan workshop tersebut ia menginginkan anak-anak memperoleh wawasan dan pengalaman dalam menulis. Anak-anak akan membuat tulisan dan produk tulisan tersebut akan diterbitkan dalam sebuah buku.

Eep mengharapkan anak-anak menjadi generasi yang mencinta membaca dan menulis. Selama ini, masyarakat Indonesia dianggap sebagai masyarakat dengan minat baca yang sangat rendah. Dengan kegiatan kali ini, diharapkan dapat menjadi sebuah terobosan dalam meningkatkan minat membaca dan menulis.

“Semoga mereka dapat menjadi generasi dengan minat baca yang tinggi dan juga kemampuan menulisnya yang tinggi,” ujar Eep.

 

Artikel Terkait:

Edukasi Pendidikan Antikorupsi, Jaksa Masuk Sekolah

Edukasi Pendidikan Antikorupsi, Jaksa Masuk Sekolah

 

Edukasi Pendidikan Antikorupsi, Jaksa Masuk Sekolah

Generasi muda dituntut untuk menjadi generasi antikorupsi. Untuk menyiapkan itu semua, diperlukan pengenalan sejak dini seputar tindak pidana korupsi agar siswa mampu memahami dan mengerti seluk beluk tentang pelenggaran hukum tersebut. Berangkat dari sana, Lewat program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyelenggarakan seminar Pembinaan Masyarakat Taat Hukum di SMAN 9 Bandung, Jalan LMU Suparmin, Kota Bandung, Kamis, 15 November 2018.

Jaksa Fungsional Bidang Intelejen Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

Suhardi Rusdi menuturkan, materi yang disampaikan kepada siswa adalah pengenalan tindak pidana korupsi. “Kita beri pengantar mengenai pengertian tindak pidana koruspi, faktor apa saja penyebabnya, apa resikonya dan bagaiamana penanggulangannya. Kita berusaha mengenalkan sedini mungkin agar mereka teredukasi dan dapat mengindarinya,” tutur Suhardi.

Suhardi juga mengatakan

dalam jangka waktu ke depan, lembaga pendidikan bisa mulai merumuskan kurikulum pendidikan yang didalamnya berisi tentang materi pengenalan tindak pidana korupsi seperti yang telah diterapkan di beberapa universitas. “Banyak para ahli yang merekomendasikan sebaiknya pendidikan korupsi masuk di kurikulum sekolah, entah itu sekolah menengah pertama atau atas. Tetapi tingkatannya hanya dalam tahap pengenalan saja. Saya kira itu bisa jadi bahan pertimbangan,” katanya.

Salah satu peserta

Hana Abigail mengaku mendapatkan wawasan baru seputar tindak pidana korupsi dari kegiatan tersebut. “Kita jadi tahu bagaimana caranya menghindari perbuatan buruk seperti itu (korupsi), juga teredukasi sama hal-hal yang belum pernah kita pelajari,” tutur siswa kelas XII IPS 3 tersebut.

Hal senada pun diucapkan oleh Sheren Audia. Dia mengatakan kegiatan tersebut mampu menjadi tumpuannya untuk bersikap. “Kita kan anak muda yang masih labil, jadi penting banget adanya penyuluhan ini. Kita mulai tahu apa-apa yang baik dan buruk buat kita,” tutur Sheren.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Fungsi, Tugas, dan Kewenangan Mahkamah Agung

Fungsi, Tugas, dan Kewenangan Mahkamah Agung

Fungsi, Tugas, dan Kewenangan Mahkamah Agung
Fungsi, Tugas, dan Kewenangan Mahkamah Agung

Pengadilan umum tertinggi di Indonesia dipegang oleh Mahkamah
Agung yang berkedudukan di ibu kota (Indonesia, Jakarta) atau di tempat
yang ditetapkan oleh presiden. Daerah hukumnya adalah seluruh wilayah
Indonesia. Melakukan pengawasan tertinggi atas segala tindakantindakan
pengadilan lain di seluruh Indonesia dan menjamin agar hukum
dilaksanakan dengan sepatutnya merupakan kewajiban utama MA.
Tahun 1945 yang dituangkan dalam UU No.1 tahun 2004 tentang
Kekuasaan Kehakiman, kemudian diatur lebih lanjut dalam UU No. 5
tahun 2004, mempunyai kekuasaan dan kewenangan sebagai berikut.
(1) Memberikan nasihat hukum kepada presiden selaku kepala negara
untuk pemberian dan penolakan grasi.
(2) Memeriksa dan memutuskan permohonan kasasi dan sengketa
tentang kewenangan.
(3) Melaksanakan tugas dan kewenangan lain berdasarkan undangundang.
(4) Mengadili permohonan peninjauan kembali (PK) putusan pengadilan
yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
(5) Memberi pertimbangan dalam bidang hukum, baik diminta ataupun
tidak kepada lembaga tinggi negara.
(6) Menguji secara material hanya terhadap peraturan perundangundangan
di bawah undang-undang.

Fungsi atau tugas Mahkamah Agung adalah

(1) untuk kepentingan negara dan keadilan MA memberi peringatan,
teguran, dan petunjuk yang dipandang perlu, baik dengan surat
tersendiri maupun dengan surat edaran;
(2) melakukan pengawasan tertinggi terhadap pelaksanaan peradilan
di semua lingkungan peradilan dalam menjalankan kekuasaan
kehakiman;
(3) mengawasi dengan cermat semua perbuatan para hakim di semua
lingkungan peradilan;
(4) mengawasi tingkah laku dan perbuatan para hakim di semua
lingkungan peradilan dalam menjalankan tugasnya.

Tugas dan kewenangan  Mahkamah Agung

Di samping itu, memiliki tugas dan kewenangan  Mahkamah Agung
lain di luar lingkungan peradilan yang meliputi:
(1) memutuskan dalam tingkat pertama dan terakhir semua sengketa
yang timbul karena perampasan kapal asing dan muatannya oleh
kapal perang Republik Indonesia berdasarkan peraturan yang
berlaku;
(2) menyatakan tidak sah semua peraturan perundang-undangan di
tingkat yang lebih rendah daripada undang-undang atas alasan
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih
tinggi;
(3) memberikan pertimbangan-pertimbangan dalam bidang hukum, baik
diminta maupun tidak, kepada lembaga tinggi negara yang lain;
(4) memberikan nasihat hukum kepada presiden selaku kepala negara
dalam rangka pemberian atau penolakan grasi;
(5) bersama pemerintah melakukan pengawasan atas penasihat hukum
dan notaris.

Susunan organisasi MA

Susunan organisasi MA terdiri atas pimpinan, hakim anggota,
panitera, dan seorang sekretaris. Pimpinan MA terdiri atas seorang ketua,
dua orang wakil ketua, dan beberapa orang ketua muda yang masing
masing memimpin satu bidang khusus. Para hakim yang bekerja dalam
lingkup MA disebut hakim agung. Jumlah hakim agung paling banyak 60
orang. Ketua dan wakil ketua MA dipilih oleh para hakim agung
berdasarkan nama-nama calon yang diajukan oleh DPR dan Komisi
Yudisial, dan diangkat oleh presiden.

Baca Artikel Lainnya:

Instrumen Hukum HAM Internasional

Instrumen Hukum HAM Internasional

Instrumen Hukum HAM Internasional
Instrumen Hukum HAM Internasional

Pelaksanaan perlindungan HAM di berbagai negara dilakukan dengan
mengacu pada berbagai instrumen HAM internasional. Beberapa instrumen
hukum HAM internasional itu adalah sebagai berikut.

a. Hukum kebiasaan

Hukum kebiasaan merupakan hukum yang diterima melalui praktik umum.
Dalam menyelesaikan berbagai sengketa intemasional, hukum kebiasaan
merupakan salah satu sumber hukum yang digunakan oleh Mahkamah
Internasional. Hukum kebiasaan internasional mengenai HAM, antara lain,
terdiri dari larangan penyiksaan, larangan diskriminasi, larangan pembantaian
massal, larangan perbudakan dan perdagangan manusia, dan larangan
terhadap berbagai tindakan pembunuhan dan sewenang-wenang.

b. Piagam PBB

Dalam piagam PBB terdapat ketentuan mengenai HAM, di antaranya,
sebagai berikut.
1) Pasal 55 menyatakan: “… Perserikatan Bangsa-Bangsa akan
menggalakkan (a) standar hidup yang lebih tinggi, pekerjaan penuh,
kemajuan ekonomi, dan kemajuan serta perkembangan sosial; (b)
pemecahan masalah-masalah ekonomi, sosial, dan kesehatan
internasional dan masalah-masalah terkait lainnya; budaya internasional
dan kerja sama pendidikan; dan (c) penghormatan universal dan
pematuhan hak-hak asasi dan kebebasan dasar manusia bagi semua
tanpa pembedaan ras, jenis kelamin, bahasa, dan agama”.
2) Pasal 1 menyatakan: “Tujuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah
untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional … dan
menggalakkan serta meningkatkan penghormatan bagi hak asasi manusia
dan kebebasan fundamental bagi semua orang tanpa pembedaan ras,
jenis kelamin, bahasa, maupun agama …”.
3) Pasal 56 menyatakan: “Semua anggota berjanji kepada diri mereka sendiri
untuk melakukan tindakan secara bersama atau sendiri-sendiri dalam
bekerja sama dengan organisasi untuk pencapaian tujuan yang ditetapkan
dalam Pasal 55”.

c. The International Bill of Human Rights

The International Bill of Human Rights merupakan istilah yang digunakan
dalam pemilihan tiga instrumen utama HAM beserta dengan protokol opsinya.
Ketiga instrumen utama yang dimaksud tersebut meliputi: (a) Kovenan
Internasional mengenai Hak-Hak Sipil dan Politik (The International
Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR); (b) Pernyataan Sedunia
mengenai Hak Asasi Manusia (The Universal Declaration of Human Rights/
UDHR); (c) Kovenan Internasional mengenai Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan
Budaya (The International Covenant on Economic, Social, and Cultural
Rights/ICESCR); (d) protokol opsi pertama pada ICCPR yang kini berubah
menjadi UDHR merupakan instrumen HAM terpenting. Semua instrumen
internasional HAM dan konstitusi di berbagai negara merujuk pada UDHR.

d. Traktat-traktat pada bidang khusus HAM

Dalam bidang-bidang tertentu yang berkenaan dengan HAM, ada
berbagai traktat khusus yang mempunyai kekuatan mengikat bagi negaranegara
pesertanya. Adapun traktat-traktat khusus yang terpenting adalah
Konvensi tentang Status Pengungsi, Konvensi tentang Pencegahan dan
Penghukuman Kejahatan Genosida, Konvensi mengenai Penghapusan Segala
Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, Perlakuan dan Penghukuman Hak
Manusiawi atau yang Merendahkan Martabat, Konvensi mengenai Hak-Hak
Anak, Protokol mengenai Status Pengungsi, Konvensi Internasional mengenai
Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Ras, Konvensi mengenai
Penyiksaan dan Kekejaman Lainnya, dan Konvensi mengenai Protokol Opsi
pada ICCPR yang bertujuan menghapus hukuman mati.
PBB membentuk organ pelengkap untuk lebih mengefektifkan
implementasi berbagai ketentuan mengenai HAM tersebut, di antaranya, yaitu
Komisi Hak Asasi Manusia (The Commission on Human Rights/CHR).
Badan ini melakukan studi, mempersiapkan berbagai rancangan konvensi
dan deklarasi, melaksanakan misi pencarian fakta, membahas berbagai
pelanggaran HAM dalam sidang-sidang umum atau khusus PBB, serta
memperbaiki prosedur penanganan HAM. Untuk memantau pelaksanaan
traktat-traktat khusus di tiap-tiap negara peserta traktat, telah dibentuk enam
komite. Keenam komite tersebut adalah
1) Committee on the Rights of Child, mengawasi pelaksanaan Convention
on the Rights of the Childs (CRC);
2) Committee on the Elimination of Discrimination against Woman,
mengawasi pelaksanaan Convention on the Elimination of All Forms
of Discrimination against Woman (CEDAW);
3) ICCPR Human Rights Committee, mengawasi pelaksanaan
International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR);
4) Committee Against Torture, mengawasi pelaksanaan Convention
Against Torture and Other Cruel, Inhuman, or Degrading Treatment
or Punishment (CAT);
5) Committee on Economic, Social, and Cultural Rights, mengawasi
pelaksanaan International Covenant on Economic, Social, and
Cultural Rights (CESCR);
6) Committee on the Elimination of Racial Discrimination, mengawasi
pelaksanaan International Covenantion on the Elimination of All
Forms of Racial Discrimination (CERD).
e. Konvensi internasional tentang HAM
Konvensi internasional tentang hak asasi manusia merupakan wujud nyata
kepedulian masyarakat internasional akan penegakan, perlindungan,
pengakuan, dan pemajuan hak asasi manusia. Beberapa konvensi yang
berhasil diciptakan, di antaranya, sebagai berikut.
1) Universal Declaration of Human Rights (Pernyataan Hak Asasi
Manusia Sedunia)
Sidang Umum PBB tanggal 10 Desember 1948 menghasilkan deklarasi
yang dapat dikatakan sebagai pernyataan pertama dari masyarakat
internasional tentang perlunya pengakuan dan jaminan akan hak asasi manusia
ini. Deklarasi ini memang tidak mengikat negara anggota secara hukum, tetapi
paling tidak sudah menunjukkan komitmen bersama dan sebagai seruan moral
bagi bangsa-bangsa untuk menegakkan hak asasi manusia. Hak-hak yang
diperjuangkan masih terbatas pada hak ekonomi, politik, sipil, dan sosial.
Piagam ini merupakan hasil kompromi antara negara Barat yang
memperjuangkan hak-hak generasi pertama dengan negara-negara sosialis
(Timur) yang memperjuangkan hak-hak generasi kedua.
2) International Convenant of Civil and Political Rights (Perjanjian
Internasional tentang Hak Sipil dan Politik) dan International
Convenant of Economic, Social, and Cultural Rights (Perjanjian
Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya) tahun
1966
Secara aklamasi, kedua convenant (perjanjian) ini disetujui oleh negaranegara
anggota PBB. Kedua perjanjian ini lebih bersifat mengikat bagi negara
dalam memperoleh kesempatan untuk memilih salah satu atau kedua-duanya.
Negara yang menginginkan isi perjanjian ini berlaku di negaranya harus
melakukan proses ratifikasi terlebih dahulu. Hak-hak asasi manusia yang
tercantum di dalam dua perjanjian PBB ini oleh sebagian besar umat manusia
dianggap sudah bersifat universal.
3) Declaration on The Rights of Peoples to Peace (Deklarasi Hak
Bangsa atas Perdamaian) tahun 1984 dan Declaration on The Rights
to Development (Deklarasi Hak atas Pembangunan) tahun 1986
Kedua deklarasi ini dihasilkan oleh negara-negara Dunia Ketiga (negara
berkembang), yaitu negara-negara di kawasan Asia-Afrika. Deklarasi ini
adalah wujud upaya negara-negara Dunia Ketiga guna memperjuangkan hak
asasi manusia generasi ketiga, yaitu hak atas perdamaian serta pembangunan.
Dua tuntutan hak ini wajar karena negara-negara Asia Afrika ialah negara
bekas jajahan, negara baru yang menginginkan kemajuan seperti negara lain.
4) African Charter on Human and Peoples Rights (Banjul Charter)
Piagam ini dibuat oleh negara-negara Afrika yang tergabung dalam
Persatuan Afrika (OAU) pada tahun 1981. Charter (piagam) ini merupakan
usaha untuk merumuskan ciri khas bangsa Afrika dan menggabungkannya
dengan hak politik dan ekonomi yang tercantum dalam dua perjanjian PBB.
Mulai tahun 1987, diberlakukan beberapa hal penting yang mencakup hak
dan kebebasan serta kewajiban. Inti dari Banjul Charter adalah penekanan
pada hak-hak atas pembangunan dan terpenuhinya hak ekonomi, sosial, dan
budaya yang merupakan jaminan untuk memenuhi hak politik.
5) Cairo Declaration on Human Rights in Islam
Deklarasi ini dibuat oleh negara-negara anggota OKI pada tahun 1990.
Deklarasi ini menyatakan bahwa semua hak dan kebebasan yang terumuskan
di dalamnya tunduk pada ketentuan Syariat Islam sebagai satu-satunya acuan.
6) Bangkok Declaration
Deklarasi Bangkok diterima oleh negara-negara Asia pada bulan April
tahun 1993. Dalam deklarasi ini tercermin keinginan dan kepentingan negaranegara
di kawasan itu. Deklarasi ini mempertegas beberapa prinsip tentang
hak asasi manusia, antara lain,
a) right to Development, yaitu hak pembangunan sebagai hak asasi yang
harus pula diakui semua negara;
b) nonselectivity dan objectivity, yaitu tidak boleh memilih hak asasi
manusia dan menganggap satu lebih penting dari yang lain;
c) universality, yaitu HAM berlaku universal untuk semua manusia tanpa
membedakan ras, agama, kelompok, etnik, dan kedudukan sosial;
d) indivisibility dan interdependence, yaitu hak asasi manusia tidak boleh
dibagi-bagi atau dipilah-pilah. Semua hak asasi manusia saling
berhubungan dan tergantung satu sama lainnya.
7) Vienna Declaration (Deklarasi Wina) 1993
Pada tahun 1993, telah ditandatangani suatu deklarasi di Wina, Austria.
Deklarasi ini merupakan deklarasi universal dari negara-negara yang
tergabung dalam PBB. Deklarasi Wina merupakan kompromi antara
pandangan negara-negara Barat dan negara-negara berkembang yang
disetujui oleh lebih dari 170 negara. Deklarasi tersebut memunculkan apa
yang dinamakan sebagai hak asasi generasi ketiga, yaitu hak pembangunan.
Pada hakikatnya, Deklarasi Wina merupakan reevaluasi kedua terhadap
deklarasi HAM dan suatu penyesuaian yang telah disetujui oleh hampir semua
negara yang tergabung dalam PBB, termasuk Indonesia. Deklarasi Wina
mencerminkan usaha untuk menjembatani jurang antara pemikiran Barat dan
non-Barat dengan berpegang teguh pada asas bahwa hak asasi bersifat universal.

Sumber: https://sel.co.id/

4 Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

4 Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

4 Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945
4 Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 meliputi suasana
kebatinan dari UUD Negara Indonesia. Pokok-pokok pikiran ini mewujudkan
cita-cita hukum (rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara, baik hukum
tertulis (undang-undang) maupun hukum yang tidak tertulis. Pokok-pokok pikiran
dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut.

a. Pokok pikiran I

“Negara”, begitu bunyinya, yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dengan berdasarkan atas
persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia. Kalimat tersebut
mengandung pengertian negara persatuan, negara
yang melindungi dan meliputi segenap bangsa
seluruhnya. Jadi, negara mengatasi segala paham
golongan, mengatasi segala paham perseorangan.
Negara, menurut pengertian Pembukaan UUD
1945 itu, menghendaki persatuan meliputi segenap
bangsa Indonesia seluruhnya. Inilah suatu dasar
negara yang tidak boleh dilupakan.

b. Pokok pikiran II

Negara hendak mewujudkan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat. Dalam pokok pikiran kedua ini, negara hendak
mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Negara memiliki kewajiban kepada seluruh rakyat Indonesia untuk
mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat.

c. Pokok pikiran III

Pokok yang ketiga yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 ialah
negara yang berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan
pemusyawaratan/perwakilan. Artinya, sistem negara yang terbentuk dalam
undang-undang dasar harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar
atas pemusyawaratan/perwakilan.

d. Pokok pikiran IV

Pokok pikiran keempat yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945
ialah negara yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Artinya, undang-undang dasar itu
harus mengandung isi yang mewajibkan budi pekerti kemanusiaan yang luhur
dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.
Pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 ini selanjutnya dijabarkan
dalam pasal-pasal yang terdapat pada Pasal-pasal UUD 1945

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Mengenal Mekanisme Kerja Otot

Mengenal Mekanisme Kerja Otot

Kalian bahagia olahraga nggak, sih? Nah, umumnya disaat olahraga, salah satu perihal yang di idamkan yakni untuk menguatkan pada anggota otot. Baik, itu pada anggota lengan, perut, maupun kaki. Apakah kamu termasuk begitu? Tapi, sebenarnya kamu menyadari nggak bagaimana mekanisme kerja otot? Yuk, kami bahas bersama!

Mengapa kami bisa bergerak? Well, gara-gara didalam tubuh kami terdapat alat gerak aktif berwujud otot dan alat gerak pasif yang bernama tulang. Oleh gara-gara itu, tulang bisa bergerak gara-gara otot. Lalu, bagaimana cara otot bisa mobilisasi tulang-tulang? Karena adanya kontraksi dan relaksasi otot.

Kontraksi otot adalah kondisi sementara otot menegang dan memendek sehingga kemudian bisa mobilisasi tulang atau rangka tubuhmu. Lalu, relaksasi itu kebalikannya dong? Yap! Relaksasi adalah kondisi disaat otot kembali memanjang. Jangan lupa, ya! Kontraksi = memendek, relaksasi = memanjang. Oh iya, otot yang sebabkan rangka bergerak disebut bersama dengan otot rangka. Unit fungsional berasal dari otot rangka disebut bersama dengan sarkomer, yang tersusun oleh aktin dan miosin.

Wah, apa kembali tuh aktin dan miosin? Aktin adalah protein pembentuk filamen halus. Aktin ini ada 2 untai, lho. Di didalam aktin ada protein troponin dan tropomiosin. Selain itu, termasuk ada segi untuk pengikatan miosin. Kalau miosin itu apa, temannya aktin? Miosin adalah protein pembentuk filamen tidak tipis yang bertugas menarik aktin disaat kontraksi otot terjadi. Wah, jadi mereka bekerja sama gitu, ya? Betul! Mereka bekerja sama sehingga kami bisa bergerak, nih.

Selain aktin dan miosin, sarkomer ini punya daerah-daerah lain di dalamnya, lho. Ada empat daerah, namanya Pita I, Pita A, Zona H, dan Garis Z. Apa aja sih yang ada di situ? Pada Pita I cuma ada aktin di dalamnya. Sementara itu, Pita A punya aktin dan miosin sekaligus. Lalu, Zona H cuma punya miosin saja. Nah, Garis Z itu apa, ya? Garis Z itu penghubung antar sarkomer. Jangan sampai tertukar, ya! www.biologi.co.id

Pentingnya Kursus Online bagi Kemajuan Karier Anda

Pentingnya Kursus Online bagi Kemajuan Karier Anda

Rekan Kerja, pernahkah Anda berpikir untuk mengembangkan keahlian atau minat Anda? Walaupun Anda sudah bekerja, bukan artinya kapabilitas diri Anda perlu terhenti terhadap bidang pekerjaan Anda saja lho, Rekan Kerja. Dalam jaman digital sekarang, akses terhadap kursus online untuk mengembangkan keahlian Anda terlampau ringan dijangkau. Anda hanya butuh smartphone dan akses internet tanpa perlu berada di suatu area tertentu.

Tidak perlu membawa dampak jadwal tertentu untuk mengembangkan keahlian. Setiap pas bisa jadi pas yang tepat.

Kursus online tidak menghambat kegiatan utama Anda. Anda bisa melakukan kursus online baik di sela-sela kegiatan Anda di kantor atau lebih dari satu menit sebelum beranjak ke area tidur. Fleksibilitas merupakan kelebihan yang di tawarkan oleh kursus online. Kursus online sangat mungkin Anda untuk mendalami suatu bidang kompetensi kapan dan di mana saja. Pada pas yang sama, kepentingan untuk mengembangkan diri selamanya terpenuhi. Alasan di bawah ini jadi pendorong Anda untuk selamanya mematangkan kapabilitas dan keahlian Anda:

1. Industri Selalu Bergerak bersama dengan Cepat

Rekan Kerja, pasti Anda tahu bahwa industri berbentuk dinamis. Hal berikut mengharuskan Anda untuk mengimbangi ritmenya, terutama kecuali peran Anda di kantor terlampau penting, maka tuntutan untuk utamakan urusan perusahaan makin kuat.

Manajemen dapat berpikir dua kali untuk berikan Anda pelatihan sambungan yang pelaksanaannya kuras waktu. Namun, bersama dengan kursus online semua teratasi: performa kerja Anda tidak terganggu dan kompetensi Anda tetap berkembang.

2. Persaingan Kerja Mesti Dihadapi

Indonesia dapat mengalami ledakan masyarakat umur produktif terhadap 2020-2030. Dapatkah Anda berkhayal kompetisi kerja yang tersedia nanti? Jika pas ini saja sudah jadi terlampau ketat? Menghadapi kompetisi kerja pasti bukanlah pilihan paling baik Anda ya, Rekan Kerja. Mengembangkan keahlian dan kapabilitas Anda bisa membantu Anda untuk menyiapkan diri dalam bersaing di dunia kerja.

3. Jika Hanya Fokus Bekerja, Maka dapat Tertinggal

Pernahkah Anda berkhayal mempunyai karier yang mentok hanya terhadap urusan yang itu-itu saja? Pekerjaan monoton yang Anda melakukan tiap-tiap hari. Pada kenyataannya, tiap-tiap orang berhak mempunyai karier yang tetap berkembang. Pastikan bahwa Anda selamanya mempunyai peluang untuk mendalami berbagai bidang kompetensi dan pertumbuhan dalam karier Anda.

4. Selalu Ada Hal Baru untuk Dipelajari

Di jaman pertumbuhan teknologi layaknya sekarang, banyak perihal baru yang bermunculan. Mempelajari dan tahu hal-hal berikut bersama dengan memaksimalkan faedah teknologi informasi dapat terlampau membantu sistem belajar lho, Rekan Kerja. Kursus online bersama dengan pola mobile learning merupakan satu-satunya cara kami agar tidak tertinggal hal-hal baru. www.gurukelas.co.id

Mengenal Awal Mula Sistem Klasifikasi Mahkluk Hidup

Mengenal Awal Mula Sistem Klasifikasi Mahkluk Hidup

Bagaimana kesibukan belajarnya di sekolah? Hmm biasanya terkecuali di sekolah, kamu ikutan kesibukan ekstrakurikuler nggak, sih? Kegiatan tersebut biasanya diklasifikasikan sesuai bersama dengan minat dan bakatmu masing-masing kan ya? Hmm tahukah kamu, ternyata klasifikasi ini nggak hanya ada di kesibukan ekstrakurikuler, tapi juga berjalan terhadap mahkluk hidup. Ada 5 sistem klasifikasi mahkluk hidup yang wajib kamu pelajari. Kelima proses tersebut adalah klasifikasi proses 2 kingdom, klasifikasi proses 3 kingdom, klasifikasi proses 4 kingdom, klasifikasi proses 5 kingdom, dan klasifikasi proses 6 kingdom. Untuk bocorannya, menyaksikan gambar di bawah ini dulu, yuk!

Menurut proses 2 kingdom, hanya ada 2 group mahkluk hidup yang diakui terhadap masa ini, yaitu hewan (animalia) dan tumbuhan (plantae). Kelompok hewan merupakan mahkluk hidup yang tidak mampu memicu makanan sendiri dan butuh mahluk hidup lain untuk sediakan makanannya. Selain itu, group ini juga mampu berubah area bersama dengan cara bergerak. Coba, menurutmu, mahkluk hidup apa sih yang mampu menunjang group hewan sediakan makanannya? Yap! Kelompok tumbuhan!

Lalu, bagaimana bersama dengan group tumbuhan? Kelompok tumbuhan merupakan group yang mampu memicu makanan sendiri bersama dengan lakukan proses fotosintesis dan pertolongan sinar matahari. Meskipun demikian, group ini tidak mampu berubah area seperti group hewan. Mereka hanya mampu lakukan gerak terbatas, seandainya ikuti kemana arah sinar matahari.

Setelah sebelumnya mahkluk hidup hanya terdiri dari 2 kelompok, sekarang group tersebut berkembang jadi 3. Kira-kira nama sistemnya apa, ya? Tul banget! Nama sistemnya adalah proses 3 kingdom. Menurut proses ini, berdasarkan cara mendapatkan makanan, mahkluk hidup dibagi jadi 3 group yang berbeda. Ketiga group tersebut adalah jamur (fungi), tumbuhan (plantae), dan hewan (animalia).

Lalu, bagaimana ya cara ketiga group tersebut mendapatkan makanan? Kelompok jamur mampu mendapatkan makanan bersama dengan menguraikan area hidupnya lalu menyerap nutrisi yang disediakan oleh area hidupnya. Lalu, bedanya apa bersama dengan group tumbuhan? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, group tumbuhan ini mendapatkan makanan bersama dengan lakukan fotosintesis. Oleh dikarenakan itu, mereka mampu memproduksi makanannya sendiri, ya. Kelompok yang tidak mampu mendapatkan makanan sendiri itu adalah group hewan. Mereka mendapatkan makanan bersama dengan cara memangsa hewan lain.

Pada proses klasifikasi 4 kingdom, dasar klasifikasi yang digunakan adalah keberadaan membran inti sel. Oleh dikarenakan itu, group mahkluk hidup terhadap proses ini dibagi berdasarkan ada atau tidaknya membran inti sel. Organisme yang tidak miliki membran inti sel disebut bersama dengan prokariota, tetapi organisme yang miliki membran inti sel dikenal sebagai eukariota.

Kelompok jamur, tumbuhan, dan hewan yang telah ada terhadap proses klasifikasi sebelumnya dikategorikan sebagai eukariota didalam proses klasifikasi ini. Lalu, group apa dong yang dikategorikan sebagai prokariota? Kelompok tersebut namanya monera, atau yang biasa kami kenal bersama dengan sebutan bakteri.

Sistem klasifikasi mahkluk hidup setelah itu disebut bersama dengan proses 5 kingdom. Sistem ini ditemukan oleh Robert H. Whittaker (1969). Klasifikasi terhadap proses ini disusun berdasarkan struktur organisasi internal sel, struktur organisasi sel, dan jenis nutrisi sel. Wah, beda ulang dong ya? Bedanya di mana, ya?

Menurut proses klasifikasi 5 kingdom, ada kategori baru yaitu protista. Protista ini antara lain meliputi protozoa dan ganggang. Selain protista, ada juga monera yang meliputi bakteri dan ganggang hijau biru, fungi yang meliputi cendawan, plantae yang isinya bryophyta, pteridophyta dan spermatophyte, serta animalia yang beranggotakan vertebrata dan avertebrata. Hayo, jangan sampai tertukar, ya!

Sistem 6 kingdom ini merupakan proses klasifikasi makhluk hidup yang kami kenal sampai sekarang. Tokoh yang mencetuskan proses ini bernama Thomas Cavalier-Smith. Sistem ini dikemukakan terhadap th. 2004. Anggota terhadap proses ini tidak cukup lebih sama seperti yang ada di proses 5 kingdom, hanya saja ada anggota baru yang disebut Archaebacteria. Wah! Ada teman baru lagi! Archaebacteria ini beranggotakan bakteri-bakteri yang mampu hidup di area ekstrim. Jagoan-jagoan ya kayaknya nih

Baca Juga :

Tingkatkan Pemahaman Siswa Tentang Pentingnya Sarapan

Tingkatkan Pemahaman Siswa Tentang Pentingnya Sarapan – Permasalahan gizi anak sekolah di Indonesia masih membutuhkan perhatian dari sekian banyak pihak.

Anak sekolah memerlukan energi yang besar guna masa perkembangan dan kegiatan sehari-hari.

Oleh sebab itu, mereka membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk menolong masa perkembangan serta memaksimalkan proses pembelajaran.

Melihat pada kedudukan gizi anak Indonesia, Mondelez International melewati program Joy Schools berkomitmen guna memberdayakan anak sekolah untuk memungut langkah-langkah positif dalam mengawal kesejahteraan mereka.

“Dalam kurun masa-masa 2 tahun, program Joy Schools sudah sukses menambah pemahaman semua siswa SDN Bangka 03 Jakarta terhadap pentingnya sarapan sebesar 21 persen bila dikomparasikan tahun lalu,” kata Khrisma Fitriasari, Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Dikatakannya, Joy Schools sebagai program kemitraan komunitas berfokus pada 3 area yaitu pendidikan nutrisi yang mengajarkan kelaziman sarapan pagi dengan menyerahkan makanan ekstra bergizi 3 kali dalam seminggu.

Kedua, akses pada makanan sehat dengan teknik mengajak semua siswa guna berkebun dan menempatkan tanaman segar di halaman sekolah sehingga semua siswa dapat mendapatkan guna dari berkebun.

“Ketiga ialah aktivitas jasmani yang mempromosikan pelbagai permainan kreatif melalui sekian banyak kreasi atau sumbangan alat-alat olah raga,” katanya.

Program Joy Schools berkolaborasi dengan Yayasan Emmanuel dan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kesehatan tingkat propinsi DKI Jakarta.

Program berkelanjutan dari Mondelez International ini sudah bermitra dengan 5 sekolah di 3 lokasi, yakni Jakarta (SDN Bangka 03, SDN Bangka 07, dan SDN Pancoran 08), Bandung (SDN Cigugur Tengah), dan Cikarang (SDN Wangun Harja 02).

Di Indonesia, program Joy Schools sudah melibatkan 247 karyawan sebagai relawan dengan total pekerjaan program menjangkau 1.011 jam.

Di samping di Indonesia, program Joy Schools sudah diimplementasikan di Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam serta memberikan akibat positif untuk 11.500 murid sekolah.

Terinspirasi dari program Joy Schools, kali ini KRAFT turut berpartisipasi melewati “KRAFT Berbagi Kreasi”, sebuah kegiatan digital oleh KRAFT yang mengonversi masing-masing resep yang diunggah menjadi 5 buah buku.

Sekitar 1.200 kitab akan disumbangkan guna anak sekolah dalam program Joy Schools.

“Kami bercita-cita program Joy School dapat mendapat respon yang baik serta memberikan akibat positif terhadap peningkatan kelaziman hidup sehat dan kedudukan gizi anak sekolah di Indonesia. Di masa depan kami optimis guna keberlanjutan program serta bisa bermitra dengan sekolah di distrik lainnya di Indonesia,” kata Khrisma.

Sumber: www.bahasainggris.co.id

Cara Membangun Pendidikan Yang Kompetitif

Cara Membangun Pendidikan Yang Kompetitif – Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat mengucapkan pandangan dan sikap reflektif, serta perkataan selamat untuk pemerintah dan masyarakat luas yang sekitar ini sudah dan masih terus mengabdikan diri dirinya di dunia pendidikan.

Tidak banyak warga bangsa secara personal yang tanpa pamrih di wilayah daerah pelosok mengasuh dengan hati dalam masa-masa yang panjang guna mencerdaskan dan mencerahkan anak-anak Indonesia. Tidak sedikit pun lembaga atau ormas-ormas keagamaan yang terus menambah dan memajukan pendidikan di Indonesia. Tidak ringan melaksanakan amanah dunia edukasi ini. Tantangan dan problem paling kompleks yang dihadapi dunia pendidikan. Karena itu, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi mengucapkan apresiasi dan terima masih yang sebesar-besarnya untuk mereka seluruh yang sudah berjasa sebab dedikasinya yang tinggi dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan.

Sesuai dengan pandangan hidup yang mesti dianut dan dipercayai oleh Bangsa Indonesia, maka Sila Pertama dari Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, mestilah menjadi sumber moral, filosofis dan ideologis yang menjiwai seluruh edukasi yang diadakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Dengan demikian, semua program dan pekerjaan pendidikan yang tidak mengacu untuk nilai-nilai doktrin agama dan kepercayaan untuk Tuhan Yang Maha Esa jelas berlawanan dengan Pancasila.

Bangsa Indonesia ialah bangsa yang mempunyai kekayaan nilai-nilai luhur yang mengecat dan menyusun watak dan jati diri bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur ini pun telah mengecat sistim tindakan, kebiasaan, tradisi dan kebiasaan yang hidup, berkembang dan dijaga secara turun temurun oleh masyarakat. Karena tersebut nilai-nilai luhur ini pun telah menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan kebudayaan Indonesia.

Sehubungan dengan itu, edukasi nasional mestilah di anggap sebagai instrumen penting untuk upaya melestarikan, memperkokoh nilai-nilai luhur itu dalam rangka memperkuat dan memajukan kebudayaan dan kemajuan Indonesia. Karena itu, kesatu, edukasi haruslah dapat memberikan garansi kepada masyarakat luas bahwa nilai-nilai luhur bangsa Indonesia bakal senantiasa terjaga. Kedua, edukasi haruslah memiliki keterampilan untuk meyakinkan masyarakat bahwa nilai-nilai, kebudayaan dan filsafat hidup yang berasal dari luar (budaya transnasional) yang tidak cocok dan bahkan berlawanan dengan nilai dan jati diri bangsa Indonesia mestilah ditolak.

Pendidikan pun haruslah menjadi lokasi yang tepat guna mendorong dan mencetuskan generasi muda yang produktif, kompetitif, berjiwa merdeka/berdaulat, percaya diri dan berkepribadian luhur tidak silau dengan faham faham sekularisme, hedonisme, konsumerisme dan liberalisme. Melalui generasi muda terdidik laksana ini, maka diinginkan Indonesia bakal menjadi suatu bangsa dan negara besar dan disegani dengan kemajuan yang luhur.

Membaca dan mencari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang panjang anda akan jumpai tidak sedikit pejuang dan pahlawan yang dengan sarat keyakinan, keteguhan, dedikasi tinggi dan sarat pengorbanan berusaha untuk kedaulatan dan kemerdekaan; spirit untuk menyerahkan yang terbaik untuk negeri sangatlah kuat dipunyai oleh semua pejuang. Memperhatikan masalah dan kendala besar yang dihadapi bangsa ini, maka edukasi haruslah adalah tempat yang paling tepat guna menyemai, menyuburkan dan memperkokoh nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme di kalangan generasi muda dan pendidik berkewajiban menjadi teladan dan sumber terpercaya untuk peserta didik.

Dalam kaitan di atas, maka mesti diyakinkan dengan betul-betul bahwa lembaga edukasi haruslah terbebaskan dari berbagai format penyelewengan, kriminalisasi dan tindakan-tindakan kekerasan lainnya. Salah satu masalah faktual besar yang berkembang dalam panggung kehidupan berbangsa ialah merajalelanya kelompok-kelompok yang nampak secara terus menerus tanpa rasa malu menggeronggoti dan membangkrutkan kekayaan dan merongrong ideologi bangsa yakni Pancasila.

Karena itu, lembaga edukasi haruslah benar-benar mempunyai elan vital yang kokoh bukan hanya untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni bakal tetapi pun membangun dan memperkokoh karakter. Tidak terdapat lagi perbuatan fitnah, bully, hoax, krimimalitas, pembohongan, penipuan, korupsi yang melibatkan civitas akademika lembaga edukasi baik sebagai korban maupun sebagai pelaku.

Deras dan cepatnya pertumbuhan revolusi industri teknologi informasi dan komunikasi di era digital ini tidak dapat terbendung. Perubahan di sekian banyak bidang kehidupan terjadi dengan cepat dengan sekian banyak implikasinya baik negatif maupun positif. Disrupsi tidak dapat ditolak tergolong dalam bidang pendidikan. Melalui TIK yang semakin advanced, maka informasi dan sumber belajar bukan lagi berpusat untuk guru/pendidik.

Guru atau pendidik melulu akan menjadi di antara saja diantara sekian tidak sedikit sumber belajar yang dapat diakses secara bebas dan tersingkap kapan saja oleh generasi peserta didik. Oleh sebab itu, telah saatnya lembaga-lembaga pendidikan dapat segera memanfaatkan peradaban TIK bukan hanya untuk mengembangkan dan memajukan edukasi secara kelembagaan dan akademik, bakal tetapi pun untuk menyemai dan mengembangkan secara meluas nila-nilai keluhuran. Secara produktif dan inovatif lembaga-lembaga edukasi kita diinginkan tidak saja dapat menangkal negative desruption TIK (hoax, tampilan asusila, kelaziman bully, ujaran kebohongan, kriminalitas, pertentangan tergolong penyebaran paham-paham transnasional yang berlawanan dengan nilai luhur agama dan Pancasila) bakal tetapi pun berkemampuan tinggi memperkokoh karakter bangsa.

Sumber: www.sekolahan.co.id