Cara budidaya singkong dengan teknologi baru

Cara budidaya singkong dengan teknologi baru

Cara budidaya singkong dengan teknologi baru – Di lndonesia, ubi kayu, atau singkong (Manihot esculenfa) merupakan makanan pokok ke tiga sesudah padi-padian dan jagung. Sedangkan untuk konsumsi masyarakat dunia, terlebih masyarakat negara-negara tropis, tiap th. diproduksi lebih kurang 300 juta ton singkong. Produksi singkong di lndonesia sebagian besar dihasilkan di Jawa (56,6%), Propinsi Lampung (20,5%) dan propinsi lain di lndonesia (22,9%).

Permasalahan lazim terhadap pertanaman singkong adalah produktivitas dan penghasilan yang rendah. Rendahnya produktivitas disebabkan oleh belum diterapkannya teknologi budidaya singkong dengan benar seperti belum dikerjakan pemupukan baik pupuk anorganik maupun organik (pupuk kandang).

Data statistik tunjukkan terjadi penurunan luas areal singkong sebesar 10,81% terhadap th. 2OO4 dan 5,08% terhadap th. 2005. Dengan berkurangnya luas areal tanaman singkong dan meningkatnya keperluan bahan baku singkong untuk industri makanan dan bioetanol waktu produktivitas singkong tetap rendah, maka solusi yang pas adalah peningkatan produktivitas per satuan luas. Kerena itu pemanfaatan sistem tanam double row diinginkan bakal menjadi salah satu alternatif untuk menangani kekurangan bahan baku singkong di masa mendatang.

Bahan Tanaman

Tanaman singkong sebagian besar dikembangkan secara vegetatif yakni dengan setek. Jenis bahan tanaman (varietas/klon) singkong yang banyak ditanam di Lampung antara lain adalah varietas UJ-3 (Thailand), varietas UJ-S (Cassesad), dan klon-lokal (Barokah, Manado, Klenteng, dan lain-lain). Varietas UJ-3 banyak ditanam petani dikarenakan berumur pendek tapi takaran pati yang lebih rendah supaya memicu tingginya rafaksi (potongan timbangan) waktu penjualan hasil di pabrik. Hasil kajian BPTP Lampung bahwa pemanfaatan varietas UJ-S mampu berproduksi tinggi dan punya takaran pati yang tinggi pula.

Cara Tanam

Cara tanaman yang banyak digunakan petani adalah sistem tanam rapat dengan jarak tanam 70 x 80 cm. Cara tanam ini punya banyak kelemahan antara lain pemanfaatan bahan tanaman dalam jumlah besar (18.000 tanaman/ha) dan produktivitas rendah (18-22 ton/ha). Hasil kajian BPTP Lampung tunjukkan bahwa pemanfaatan sistem tanam double row dengan variates UJ-S mampu membuahkan singkong 50-60 ton/ha.

Adapun langkah penanaman singkong sistem double row adalah sebagai berikut :

Penggunaan bibit unggul

Setek untuk bibit tanaman adalah varietas UJ-S yang disita berasal dari tanaman yang berumur lebih berasal dari 8 bulan. Jumlah bibit per hektar dengan sisitem tanam double row adalah 11.200 tanaman. Panjang setek yang digunakan adalah 20 cm.

Pengolahan tanah

Tanah diolah sedalam 25 cm mampu dikerjakan dengan mencangkul, membajak dengan ternak dan traktor. Dibuat guludan atau bedengan dengan jarak ganda (double row) yakni 80 cm dan 160 cm.

Sistem tanam

Sistem atau langkah tanam double row adalah memicu baris ganda (double row) yakni jarak antar barisan 160 cm dan 80 cm, sedang jarak di dalam barisan sama yakni 80 cm. Sehingga jarak tanam singkong baris pertama (160 cm x 80 cm) dan baris ke-2 (80 cm x 80 cm). Penjarangan barisan ini dimaksudkan supaya tanaman lebih banyak meraih sinar matahari untuk sistem fotosintesa, supaya pembentukan zat pati singkong di umbi lebih banyak dan ukuran umbi besar-besar.

Selain itu, satu diantara barisan berukuran 160 cm mampu ditanami jagung dan kacang-kacangan untuk menambah penghasilan petani. Keuntungan lain berasal dari sistem tanam singkong double row adalah jumlah bibit yang digunakan lebih sedikit yakni 11.200 tanaman dibandingkan dengan sistem tanam petani biasa dengan jumlah bibit 18.000 tanaman.

Pemupukan

Dosis pemupukan an-organik per ha yang direkomendasi adalah : 200 kg Urea + 150 kg SP36 + 100 kg KCI dan 5 ton pupuk kandang. Pada musim tanam berikutnya dosis pupuk kandang dikurangi menjadi 3 ton/ha. Pemupukan Urea dikerjakan 2 kali yakni terhadap usia 1 bulan dan 3 bulan, sedang SP36 dan KCI diberikan 1 kali terhadap usia 1 bulan sesudah tanam. Pemberian pupuk kandang dikerjakan terhadap lebih kurang perakaran terhadap usia 2 minggu sesudah tanam.

Pemeliharaan

Penyiangan pertama dikerjakan terhadap usia 3 minggu sampai 1 bulan sesudah tanam. Penyiangan ini dikerjakan secara mekanis dengan menggunakan koret. Sedangkan penyiangan ke-2 dikerjakan terhadap usia 3 bulan sesudah tanam dengan menggunakan herbisida. Penjarangan cabang dikerjakan terhadap usia 1 bulan, dengan jumlah cabang yang dipelihara adalah 2 cabang per tanaman.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Cara Memilih Lokasi Budidaya Lobster yang Tepat

Cara Memilih Lokasi Budidaya Lobster yang Tepat – Lobster galat satu komoditas perikanan yg memiliki nilai jual tinggi di pasar domestik juga mancanegara. Akibat usaha penangkapan lobster yang semakin semakin tinggi diiringi dengan meningkatnya jua permintaan lobster di pangsa pasar, membuat para entrepreneur memiliki peluang akbar untuk membuka usaha budidaya lobster. Dalam membuka usaha budidaya lobster perlu memperhatikan & merancang konstruksi budidaya supaya kelak membentuk panen lobster sinkron yang diharapkan.

Salah satu yg perlu diperhatikan pada membuka bisnis budidaya lobster adalah menetapan lokasi budidaya. Lokasi yang dijadikan tapak usaha adalah salah satu faktor yg wajib diperhatikan secara matang lantaran bila terjadi kesalahan pada pemilihan lokasi budidaya, bisa mengakibatkan kegagalan bisnis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pemilihan lokasi budidaya lobster merupakan menjadi berikut:

Faktor Ekologis
Faktor ekologis adalah faktor utama yg sangat perlu diperhatikan buat menciptakan kondisi lingkungan dalam budidaya dapat sesuai menggunakan syarat lingkungan kehidupan lobster pada alam. Dalam menentukan syarat ekologis yg sempurna, harus dikembangkan beberapa parameter yang dapat digunakan buat menelaah & menilai lokasi pengembangan lobster.

A. Kondisi lingkungan fisik

Habitat orisinil lobster merupakan berada perairan pantai. Hal itulah memutuskan lokasi yang cocok buat bisnis budidaya lobster merupakan berada pada daerah pantai yang terletak pada sekitar teluk, atau selat pada antara pulau yang berdekatan agar terhindar berdasarkan ombak & gelombang yang akbar. Kecepatan arus yg sesuai menggunakan kehidupan lobster sebanyak 20 – 50 centimeter per dtk dengan kedalaman perairan 7 – 15 meter. Lokasi usaha budidaya lobster pula harus terhindar berdasarkan kemudian lintas bahari lantaran kegiatan kapal dapat menyebabkan limbah yang mengakibatkan perubahan kualitas air sehingga dapat menghipnotis kehidupan lobster.

B. Kondisi lingkungan kimiawi

Lobster sangat sensitif terhadap perubahan suhu & salinitas yg mengalami fluktuasi yg tajam. Sehingga pemilihan tepat lokasi budidaya merupakan perairan yang tidak mengalami fluktuasi tajam terhadap salinitas dan suhu dalam perairan tadi. Fluktuasi yang tajam bisa mengakibatkan lobster menjadi stress yang ditandai dengan sulitnya lobster tersebut mengalami pergantian kulit (moulting). Kisaran salinitas yang optimal bagi kehidupan lobster merupakan 25 – 45%.

Lobster sangat rentan terhadap perubahan kualitas airnya sehingga lobster nir bisa bertahan hidup jika perairan tadi mengalami pencemaran. Oleh karena itu, pemilihan lokasi budidaya lobster wajib bebas berdasarkan pencemaran, baik dari pertanian, pemukiman, maupun industri.

Faktor teknis
Teknis budidaya lobster lebih ditekankan dalam kondisi lokasi budidaya buat mengetahui teknologi yang sinkron yg dapat digunakan dalam sistem budidaya tersebut. Lokasi yg cocok buat budidaya lobster merupakan lokasi yg bisa menyediakan pasokan air laut & air tawar yg relatif. Air bahari dipakai buat media budidaya lobster sedangkan air tawar dipakai buat mengontrol kadar garam. Air yg dipakai wajib bebas berdasarkan bahan pencemar atau zat – zat tersuspensi yg membahayakan lainnya.

Faktor Sosial dan Ekonomi
Lokasi budidaya yg dipilih wajib gampang dijangkau agar gampang pada pengadaan saran maupun prasarana yg akan menunjang proses produksi hingga pemasaran pada budidaya lobster tersebut. Usaha budidaya lobster membutuhkan energi kerja yg dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar sebagai akibatnya dapat menaikkan perekonomian wilayah. Selain itu, apabila output panen di ekspor dapat menaikkan juga pendapatan negara sebagai akibatnya perekonomian negara dapat meningkat.

Aspek Peraturan & Undang-Undang
Dalam menentukan lokasi usaha budidaya wajib melakukan izin bisnis sinkron dengan peraturan pemerintah sehingga lokasi tadi nir bertentangan menggunakan peraturan pemerintah.

Sumber : www.faunadanflora.com

Cara sebabkan kolam ikan

Cara sebabkan kolam ikan

Banyak petani sebabkan kolam ikan secara asal-asalan. Bahkan kadang-kadang tidak lebih seperti kubangan air saja. Hal ini yang sebabkan produktivitas budidaya tidak maksimal.

Cara sebabkan kolam ikan

Faktor kolam tidak kalah penting dengan aspek budidaya lainnya seperti benih, pakan dan air. Kolam ikan merupakan daerah habitat hidup ikan. Kondisi kolam ikan memilih baik tidaknya perkembangan ikan.

Ada lebih dari satu hal yang wajib diperhatikan di dalam sebabkan kolam ikan. Mulai berasal dari menganalisis style tanah, kontur lahan, tata letak kolam, irigasi, penggalian, pembuatan tanggul sampai pengaturan sirkulasi air.

Menganalisis style tanah
Jenis tanah yang paling baik untuk sebabkan kolam tanah adalah tanah simak berpasir. Jenis tanah ini lumayan kedap air, teksturnya solid sehingga pembuatan tanggulnya pun lebih mudah.

Bila tanah yang tersedia sangat gembur, wajib usaha ekstra sehingga berguna dengan baik. Misalnya dinding kolam diberi lapisan semen atau batu bata. Cara ini efektif mencegah kebocoran, tetapi cost kontruksinya jauh lebih mahal.

Cara sederhana memilih style tanah adalah dengan menggenggam segumpal tanah yang sudah dibasahi dengan air. Kemudian kepalkan tanah tersebut kuat-kuat. Kemudian membuka telapak tangan Anda. Bila di permukaan telapak tangan cuma tersedia sedikit pasir maka sanggup dikatakan tanah simak berpasir. Bila kuantitas pasir yang melekat di telapak tangan banyak, tanah tersebut dikategorikan tanah gembur.

Kontur lahan
Setelah menganalisis style tanah, amati kontur lahan yang dapat dijadikan kolam ikan. Apakah lahan datar atau lahan miring. Kemiringan lahan memilih metode penggalian dan pembuatan tanggul. Pada lahan miring, pengaturan pola aliran air lebih mudah.

Penggalian tanah di lahan miring lumayan dilakukan terhadap satu sisi. Kemudian tanah hasil galian digunakan untuk sebabkan tanggul di sisi lain. Sedangkan terhadap lahan datar, penggalian dilakukan di semua sisi. Hasil galian dijadikan untuk sebabkan tanggul. Untuk lebih jelasnya, menyaksikan gambar dibawah ini.

Tata letak kolam ikan
Bila kita ingin sebabkan satu kolam saja, tata letak kolam lebih sederhana. Tinggal memaksimalkan letak parit yang dijadikan sumber air dan sistem pembuangan. Namun sekiranya kuantitas kolam yang dapat dibikin banyak. Tata letak kolam wajib dipertimbangkan dengan seksama.

Dilihat berasal dari sistem pengairannya terkandung dua style tata letak kolam ikan, yaitu pararel dan seri. Dalam sistem pengairan pararel masing-masing kolam terima asupan air berasal dari sumber air secara langsung. Parit atau saluran irigasi wajib dibikin lewat setiap kolam ikan yang ada. Konsekuensinya cost kontruksi dapat lebih besar.

Sistem pengairan pararel lebih baik di dalam hal menjaga mutu air. Karena air yang masuk ke di dalam kolam merupakan air segar, langsung berasal dari sumber air. Belum tercemar oleh sisa-sisa pakan terlarut atau bibit penyakit yang tersedia terhadap kolam ikan sebelumnya.

Sedangkan di dalam sistem pengairan seri, setiap kolam ikan terima asupan air berasal dari pengeluaran kolam lainnya. Sebagai contoh, kolam ikan pertama mendapat air berasal dari sumber air secara langsung. Kemudian kolam ikan kedua terima asupan air berasal dari pengeluaran kolam pertama. Kolam ikan ketiga terima asupan air berasal dari pengeluaran kolam ikan kedua, dan seterusnya.

Sistem pengairan seri sesuai diterapkan di daerah yang miliki sumber air terbatas. Kelemahan sistem pengairan seri adalah sulit untuk mengontrol pencemaran air dan penyebaran penyakit. Misalnya sekiranya kolam pertama diserang penyakit, dapat gampang menyebar ke kolam berikutnya. Begitu terhitung dengan cemaran air lainnya.

Keuntungan sistem seri saluran irigasinya tidak memakan daerah dan sanggup dibikin simpel. Sehingga cost kontruksinya lebih murah. Biaya pemeliharaannya pun lebih murah.

Membuat tanggul kolam ikan
Tanggul berguna untuk mencegah air dan sebagai pembatas kolam ikan. Tanggul yang baik wajib kedap air (tidak rembes), kuat mencegah beban air, tidak gampang erosi, dan tidak bocor. Untuk style tanah simak berpasir, tanggul sanggup dibikin cuma dengan tanah. Tetapi untuk style tanah yang gembur dan gampang erosi diperlukan tanggul berasal dari batu atau tembok.

a. Tanggul tanah
Apabila style tanahnya memungkinkan, kolam ikan sanggup dibikin cuma dengan mengfungsikan tanggul tanah. Dari aspek konstruksi, pembuatan tanggul tanah lebih murah dan mudah. Berikut langkah-langkah sebabkan tanggul tanah:

Tetapkan luas kolam yang dapat digali, memastikan garis batasnya.
Kemudian terasa menggali lapisan tanah atas sedalam kurang lebih 10 cm. Pisahkan tanah lapisan atas ini, untuk nanti ditebarkan lagi ke basic kolam. Tanah anggota atas ini kaya dapat bahan organik yang berguna bagi kehidupan ikan.
Mulai gali lagi permukaan tanah sedalam 60 cm. Bagian tanah yang ini digunakan untuk sebabkan tanggul. Bersihkan berasal dari batuan, akar atau pun sampah lainnya sehingga tanggul yang disusun tidak bocor.
Tanggul dibikin dengan penampang bersifat trapesium. Lebar di anggota bawah dan menyempit di anggota atas. Semakin lebar tanggul makin baik, gara-gara dapat makin kokoh. Tapi sudah pasti makin lebar tanggul dapat memakan tempat. Sesuaikan lebar tanggul dengan luas kolam.
Sebelum tanggul dibuat, sebaiknya gali basic tanggul sedalam 20-25 cm sebagai pondasi (lihat gambar). Kemudian isi dengan tanah hasil galian dan mampatkan. Tanah galian untuk membentuk tanggul sanggup diairi terutama dahulu sehingga solid.
b. Tanggul tembok
Tanggul tembok diperlukan sekiranya kita ingin kolam yang lebih permanen dan style tanah yang tersedia tidak amat mungkin untuk sebabkan tanggul tanah. Tembok sanggup digunakan sebagai pelapis atau pembatas. Sebagai pelapis artinya, lapisan tembok cuma memperkuat tanggul tanah. Biasanya diterapkan terhadap kolam tunggal.

Untuk kuantitas kolam yang banyak, umumnya semua tanggul dibikin berasal dari lapisan batu-bata dan adukan semen atau dibeton. Tanggul jadi pembatas pada kolam yang satu dengan kolam yang lain. Pembuatan tanggul berasal dari tembok sudah pasti butuh cost yang jauh lebih besar daripada tanggul tanah.

Membuat saluran air
Saluran air masuk dan nampak merupakan anggota penting berasal dari kolam ikan. Saluran ini bertugas menjaga mutu air kolam. Bila saluran air terhambat, mutu air kolam dapat turun dan sanggup sebabkan kematian terhadap ikan.

Saluran masuk dan nampak air untuk kolam ikan sanggup dibikin lebih berasal dari satu. Pada kolam-kolam yang besar, umumnya dibikin 2-3 pakai saluran air. Pada kolam lebih kecil lumayan dibikin satu pakai saluran.

Jarak antar saluran masuk dan nampak wajib dibikin sejauh mungkin. Letak saluran masuk dan nampak sebisa barangkali bersilangan jangan sejajar. Gunanya sehingga terjadi sirkulasi air di dalam kolam. Air yang masuk tidak langsung keluar, melainkan menukar air lama.

a. Saluran masuk
Saluran masuk sanggup dibikin dengan selongsong bambu atau pipa PVC. Pipa ditaruh memotong dan menembus tanggul. Ketinggian pipa sejajar atau lebih tinggi berasal dari permukaan air kolam yang dikehendaki.

Pipa dipasang mendatar, terhadap anggota pangkal yang mengarah ke luar kolam dipasangi jaring sehingga tidak tersedia binatang apapun yang sanggup nampak masuk kolam.

b. Saluran keluar
Terdapat dua macam saluran nampak untuk kolam ikan, yaitu saluran nampak air kolam sebagai sistem sirkulasi dan saluran nampak air kolam untuk pemanenan. Teknik pembuatan kedua saluran tersebut sanggup disatukan atau terpisah.

Teknik pertama secara terpisah. Pipa pengeluaran air sirkulasi dibikin di permukaan kolam dan pipa pengeluaran air pemanenan dibikin di basic kolam. Pipa yang dibikin di permukaan, dipasang melintang terhadap tanggul. Bagian yang menghadap kolam lebih rendah berasal dari terhadap anggota yang tersedia di luar kolam.

Pipa pengeluaran untuk pemanenan dibikin di basic kolam yang paling rendah. Biasanya dibikin terhadap saluran kemalir. Pada ujung pipa yang tersedia di di dalam kolam dipasangi katup yang sanggup dibuka-tutup.

Teknik kedua secara menyatu. Pipa pengeluaran air dan pemanenan dibikin satu. Untuk membuatnya diperlukan pipa bersifat “L”, atau pipa menyiku. Pipa ini dibikin di basic kolam. Pipa yang mengarah ke luar kolam membentuk huruf L menengadah ke atas. Tinggi pipa yang berdiri vertikal sejajar dengan permukaan air kolam. Dengan tehnik ini ketinggian air kolam lebih gampang untuk diatur. https://www.budidayaternak.com/

Membuat kemalir
Saluran kemalir merupakan anggota penting berasal dari kolam ikan. Kemalir adalah parit yang tersedia di basic kolam, kedalamannya lebih kurang 20-30 cm. Kemalir berguna untuk menopang pemanenan, menampung endapan sisa makanan, mengendapkan lumpur berbahaya dan menyesuaikan aliran air bawah. Jumlah kemalir disesuaikan dengan pintu pengeluaran air.

Cara praktis budidaya ikan guppy

Cara praktis budidaya ikan guppy

Ikan guppy atau Poecilia reticulata merupakan ikan yang mudah membiak. Habitat asli ikan guppy di danau-danau dan sungai berair tenang. Ikan ini bisa terhitung bertahan di air payau yang punyai takaran garam tinggi.

Cara praktis budidaya ikan guppy

Ikan guppy berasal berasal dari lokasi Amerika Tengah dan Selatan. Masuk ke Indonesia terhadap th. 1920-an sebagai ikan akuarium. Kemudian lepas ke alam bebas dan berkembang biak bersama cepat. Ikan guppy bisa ditemukan di nyaris semua perairan air tawar di Indonesia.

Ikan guppy digemari sebagai ikan hias sebab keindahan warna dan wujud siripnya. Terutama ikan yang berkelamin jantan, sebab hanya yang jantan yang punyai sirip indah. Sedangkan ikan betina warnanya cenderung kusam. Sama seperti halnya ikan cupang.

Budidaya ikan guppy tidak membutuhkan infrastruktur mahal. Cukup bersama perlengkapan sederhana, kami bisa membiakkan ikan ini. Berikut ini dapat dijelaskan langkah-langkahnya.

Wadah budidaya ikan guppy
Berikut ini peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy, antara lain wadah/tempat, aerator dan tanaman air. Wadah untuk pemijahan ikan guppy bisa bersifat akuarium, bak semen, atau ember plastik.

Wadah atau tempat yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy setidaknya tersedia empat fungsi, yakni tempat pembelahan indukan (2 wadah), tempat pemijahan (1 wadah), tempat penetasan (1 wadah), dan tempat pendederan (1 wadah).

Luas dan ukuran wadah budidaya ikan guppy bisa bermacam-macam, disesuaikan bersama banyaknya ikan yang dapat dipijahkan. Sedangkan ketinggian wadah sedikitnya 30 cm, terkecuali untuk pendederan dibutuhkan wadah yang lebih tinggi berasal dari 50 cm.

Memilih indukan
Perbedaan jantan dan betina bisa diamati berasal dari penampakan fisiknya. Ikan guppy betina bentuknya lebih membulat bersama warna yang cenderung kusam dan tidak punyai sirip yang menjumbai. Sedangkan ikan jantan punyai warna yang kontras dan terang, tubuhnya lebih langsing bersama sirip menjumbai. Ukuran tubuh ikan betina lebih besar daripada jantan.

Indukan yang siap untuk dipijahkan sedikitnya berumur 4 bulan. Warna dan wujud ikan guppy benar-benar ditentukan oleh faktor genetis. Untuk beroleh hasil yang bagus pilihl indukan yang unggul. Selain itu, pembudidaya bisa terhitung mencoba-coba menyilangkan induk guppy untuk beroleh keturunan yang lebih baik.

Pemisahan indukan
Sebelum dipijahkan, indukan jantan dan betina dipisahkan khususnya dahulu. Ikan guppy jantan dan betina di tempatkan terhadap wadah yang terpisah. Wadah diisi bersama air bersih dan diganti setiap 1-3 hari sekali. Pergantian air tidak perlu semua, memadai mengeluarkan sepertiga air dan menambahkannya bersama air baru.

Berbeda bersama sistem pemberokan terhadap umumnya, pembelahan ini dikerjakan bersama selamanya memberi makan. Berikan makanan bersifat daphnia atau moina sebanyak 2 hari sekali. Hal ini bermanfaat sehingga indukan fit saat di dalam sistem pemijahan.

Pemijahan ikan guppy
Sebelum sistem pemijahan, isi wadah pemijahan bersama air bersih yang udah diendapkan setidaknya 24 jam. Kedalaman air untuk tempat pemijahan 25 cm. Kepadatan tebar wadah pemijahan tidak lebih berasal dari 30 ekor/100 liter air. Contoh, untuk akuarium ukuran luas 1 x 0,5 meter, memadai menampung 30-40 ekor ikan guppy. Bila memungkinkan berikan tanaman air seperti hydrilla untuk tempat ikan bercumbu.

Pemijahan ikan guppy bisa dikerjakan satu-satu atau secara massal. Pemijahan massal lebih direkomendasikan sebab lebih cepat, ekonomis dan lebih praktis. Komposisi pemijahan massal antara ikan jantan dan betina kebanyakan 1:5. Namun andaikan Anda curiga semua betina terbuahi, komposisinya bisa dilengkapi 1:2.

Masukkan indukan betina khususnya dahulu terhadap pagi hari. Kemudian sorenya bisa dimasukkan indukan jantan. Pada pemijahan massal belum tentu semua ikan memijah terhadap hari yang sama. Biasanya sistem pemijahan dibiarkan terjadi selama 4-7 hari. Segera pisahkan betina yang udah dibuahi kedalam wadah penetasan.

Penetasan benih
Wadah penetasan diisi air bersih bersih dan diberi aerasi. Pemberian aerasi jangan benar-benar kuat sehingga tidak menganggu larva ikan. Kualitas air perlu tetap dipertahankan bersama cara mengganti sepertiga air bersama air baru setiap 1-3 hari sekali. Pemberian pakan untuk induk setiap 2 hari sekali bersifat daphnia atau moina.

Ikan guppy merupakan ikan yang melahirkan. Embrio tumbuh di di dalam perut sampai siap untuk dilahirkan. Lama kehamilan, terhitung mulai berasal dari pemijahan sampai kelahiran terjadi 3-4 minggu.

Ciri-ciri ikan guppy yang hamil bisa diamati sesudah 2 minggu sejak pemijahan. Tandanya tersedia tempat gelap di anggota bawah anus (bercak kelahiran) dan perutnya sedikit mengembung. Apabila tidak tersedia tanda-tanda hamil, ambil indukan untuk dipijahkan kembali.

Ikan guppy betina mempunyai kemampuan menaruh sperma di dalam tubuhnya. Sehingga si betina bisa hamil sampai 1-3 kali di dalam satu kali pembuahan. Waktu yang dibutuhkan berasal dari kehamilan pertama ke kehamilan selanjutnya kurang lebih 1-5 minggu.

Dalam satu kelahiran, ikan guppy bisa membuahkan 30-100 anakan. Anak ikan tersebut perlu langsung dipindahkan ke tempat pendederan. Bila tidak, bisa-bisa menjadi santapan induk yang kelaparan.

Pendederan benih
Kolam pendederan sebaiknya di tempatkan di ruang terbuka. Sinar matahari dibutuhkan untuk membentuk warna yang cemerlang terhadap tubuh ikan guppy. Biasanya para pembudidaya manfaatkan bak semen berukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5 meter sebagai wadah pendederan.

Tambahkan tanaman air seperti hydrilla atau eceng gondok untuk tempat berteduh. Berikan aerasi terhadap kolam pendederan. Isi kolam bersama air setinggi 40 cm. Air perlu diperbarui setiap 3 hari sekali.

Pakan yang bisa diberikan untuk anak ikan berumur sampai 5 hari adalah infusoria. Setelah itu, anak ikan bisa diberi artemia (udang renik) atau kutu air (daphnia dan moina) yang udah disaring. Setelah lewat 20 hari, baru bisa diberikan kutu air tanpa disaring atau cacing sutera.

Ikan yang udah berumur 20 hari udah bisa dipilah antara jantan dan betina. Hanya ikan jantan yang laku sebagai ikan hias. Sedangkan ikan betina digunakan sebagai indukan dan sisanya kadang-kadang dibuang. Ikan guppy bisa dikatakan dewasa dan bisa bersaing bersama kawanannya sesudah berumur satu bulan.

Kesuksesan budidaya ikan guppy ditentukan bersama banyaknya kelahiran ikan jantan. Karena hanya ikan jantan yang diminati sebagai ikan hias akuarium. Ikan jantan punyai sirip yang lebar dan warna -warna atraktif.