Mengenal Mekanisme Kerja Otot

Mengenal Mekanisme Kerja Otot

Kalian bahagia olahraga nggak, sih? Nah, umumnya disaat olahraga, salah satu perihal yang di idamkan yakni untuk menguatkan pada anggota otot. Baik, itu pada anggota lengan, perut, maupun kaki. Apakah kamu termasuk begitu? Tapi, sebenarnya kamu menyadari nggak bagaimana mekanisme kerja otot? Yuk, kami bahas bersama!

Mengapa kami bisa bergerak? Well, gara-gara didalam tubuh kami terdapat alat gerak aktif berwujud otot dan alat gerak pasif yang bernama tulang. Oleh gara-gara itu, tulang bisa bergerak gara-gara otot. Lalu, bagaimana cara otot bisa mobilisasi tulang-tulang? Karena adanya kontraksi dan relaksasi otot.

Kontraksi otot adalah kondisi sementara otot menegang dan memendek sehingga kemudian bisa mobilisasi tulang atau rangka tubuhmu. Lalu, relaksasi itu kebalikannya dong? Yap! Relaksasi adalah kondisi disaat otot kembali memanjang. Jangan lupa, ya! Kontraksi = memendek, relaksasi = memanjang. Oh iya, otot yang sebabkan rangka bergerak disebut bersama dengan otot rangka. Unit fungsional berasal dari otot rangka disebut bersama dengan sarkomer, yang tersusun oleh aktin dan miosin.

Wah, apa kembali tuh aktin dan miosin? Aktin adalah protein pembentuk filamen halus. Aktin ini ada 2 untai, lho. Di didalam aktin ada protein troponin dan tropomiosin. Selain itu, termasuk ada segi untuk pengikatan miosin. Kalau miosin itu apa, temannya aktin? Miosin adalah protein pembentuk filamen tidak tipis yang bertugas menarik aktin disaat kontraksi otot terjadi. Wah, jadi mereka bekerja sama gitu, ya? Betul! Mereka bekerja sama sehingga kami bisa bergerak, nih.

Selain aktin dan miosin, sarkomer ini punya daerah-daerah lain di dalamnya, lho. Ada empat daerah, namanya Pita I, Pita A, Zona H, dan Garis Z. Apa aja sih yang ada di situ? Pada Pita I cuma ada aktin di dalamnya. Sementara itu, Pita A punya aktin dan miosin sekaligus. Lalu, Zona H cuma punya miosin saja. Nah, Garis Z itu apa, ya? Garis Z itu penghubung antar sarkomer. Jangan sampai tertukar, ya! www.biologi.co.id

Pentingnya Kursus Online bagi Kemajuan Karier Anda

Pentingnya Kursus Online bagi Kemajuan Karier Anda

Rekan Kerja, pernahkah Anda berpikir untuk mengembangkan keahlian atau minat Anda? Walaupun Anda sudah bekerja, bukan artinya kapabilitas diri Anda perlu terhenti terhadap bidang pekerjaan Anda saja lho, Rekan Kerja. Dalam jaman digital sekarang, akses terhadap kursus online untuk mengembangkan keahlian Anda terlampau ringan dijangkau. Anda hanya butuh smartphone dan akses internet tanpa perlu berada di suatu area tertentu.

Tidak perlu membawa dampak jadwal tertentu untuk mengembangkan keahlian. Setiap pas bisa jadi pas yang tepat.

Kursus online tidak menghambat kegiatan utama Anda. Anda bisa melakukan kursus online baik di sela-sela kegiatan Anda di kantor atau lebih dari satu menit sebelum beranjak ke area tidur. Fleksibilitas merupakan kelebihan yang di tawarkan oleh kursus online. Kursus online sangat mungkin Anda untuk mendalami suatu bidang kompetensi kapan dan di mana saja. Pada pas yang sama, kepentingan untuk mengembangkan diri selamanya terpenuhi. Alasan di bawah ini jadi pendorong Anda untuk selamanya mematangkan kapabilitas dan keahlian Anda:

1. Industri Selalu Bergerak bersama dengan Cepat

Rekan Kerja, pasti Anda tahu bahwa industri berbentuk dinamis. Hal berikut mengharuskan Anda untuk mengimbangi ritmenya, terutama kecuali peran Anda di kantor terlampau penting, maka tuntutan untuk utamakan urusan perusahaan makin kuat.

Manajemen dapat berpikir dua kali untuk berikan Anda pelatihan sambungan yang pelaksanaannya kuras waktu. Namun, bersama dengan kursus online semua teratasi: performa kerja Anda tidak terganggu dan kompetensi Anda tetap berkembang.

2. Persaingan Kerja Mesti Dihadapi

Indonesia dapat mengalami ledakan masyarakat umur produktif terhadap 2020-2030. Dapatkah Anda berkhayal kompetisi kerja yang tersedia nanti? Jika pas ini saja sudah jadi terlampau ketat? Menghadapi kompetisi kerja pasti bukanlah pilihan paling baik Anda ya, Rekan Kerja. Mengembangkan keahlian dan kapabilitas Anda bisa membantu Anda untuk menyiapkan diri dalam bersaing di dunia kerja.

3. Jika Hanya Fokus Bekerja, Maka dapat Tertinggal

Pernahkah Anda berkhayal mempunyai karier yang mentok hanya terhadap urusan yang itu-itu saja? Pekerjaan monoton yang Anda melakukan tiap-tiap hari. Pada kenyataannya, tiap-tiap orang berhak mempunyai karier yang tetap berkembang. Pastikan bahwa Anda selamanya mempunyai peluang untuk mendalami berbagai bidang kompetensi dan pertumbuhan dalam karier Anda.

4. Selalu Ada Hal Baru untuk Dipelajari

Di jaman pertumbuhan teknologi layaknya sekarang, banyak perihal baru yang bermunculan. Mempelajari dan tahu hal-hal berikut bersama dengan memaksimalkan faedah teknologi informasi dapat terlampau membantu sistem belajar lho, Rekan Kerja. Kursus online bersama dengan pola mobile learning merupakan satu-satunya cara kami agar tidak tertinggal hal-hal baru. www.gurukelas.co.id

Mengenal Awal Mula Sistem Klasifikasi Mahkluk Hidup

Mengenal Awal Mula Sistem Klasifikasi Mahkluk Hidup

Bagaimana kesibukan belajarnya di sekolah? Hmm biasanya terkecuali di sekolah, kamu ikutan kesibukan ekstrakurikuler nggak, sih? Kegiatan tersebut biasanya diklasifikasikan sesuai bersama dengan minat dan bakatmu masing-masing kan ya? Hmm tahukah kamu, ternyata klasifikasi ini nggak hanya ada di kesibukan ekstrakurikuler, tapi juga berjalan terhadap mahkluk hidup. Ada 5 sistem klasifikasi mahkluk hidup yang wajib kamu pelajari. Kelima proses tersebut adalah klasifikasi proses 2 kingdom, klasifikasi proses 3 kingdom, klasifikasi proses 4 kingdom, klasifikasi proses 5 kingdom, dan klasifikasi proses 6 kingdom. Untuk bocorannya, menyaksikan gambar di bawah ini dulu, yuk!

Menurut proses 2 kingdom, hanya ada 2 group mahkluk hidup yang diakui terhadap masa ini, yaitu hewan (animalia) dan tumbuhan (plantae). Kelompok hewan merupakan mahkluk hidup yang tidak mampu memicu makanan sendiri dan butuh mahluk hidup lain untuk sediakan makanannya. Selain itu, group ini juga mampu berubah area bersama dengan cara bergerak. Coba, menurutmu, mahkluk hidup apa sih yang mampu menunjang group hewan sediakan makanannya? Yap! Kelompok tumbuhan!

Lalu, bagaimana bersama dengan group tumbuhan? Kelompok tumbuhan merupakan group yang mampu memicu makanan sendiri bersama dengan lakukan proses fotosintesis dan pertolongan sinar matahari. Meskipun demikian, group ini tidak mampu berubah area seperti group hewan. Mereka hanya mampu lakukan gerak terbatas, seandainya ikuti kemana arah sinar matahari.

Setelah sebelumnya mahkluk hidup hanya terdiri dari 2 kelompok, sekarang group tersebut berkembang jadi 3. Kira-kira nama sistemnya apa, ya? Tul banget! Nama sistemnya adalah proses 3 kingdom. Menurut proses ini, berdasarkan cara mendapatkan makanan, mahkluk hidup dibagi jadi 3 group yang berbeda. Ketiga group tersebut adalah jamur (fungi), tumbuhan (plantae), dan hewan (animalia).

Lalu, bagaimana ya cara ketiga group tersebut mendapatkan makanan? Kelompok jamur mampu mendapatkan makanan bersama dengan menguraikan area hidupnya lalu menyerap nutrisi yang disediakan oleh area hidupnya. Lalu, bedanya apa bersama dengan group tumbuhan? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, group tumbuhan ini mendapatkan makanan bersama dengan lakukan fotosintesis. Oleh dikarenakan itu, mereka mampu memproduksi makanannya sendiri, ya. Kelompok yang tidak mampu mendapatkan makanan sendiri itu adalah group hewan. Mereka mendapatkan makanan bersama dengan cara memangsa hewan lain.

Pada proses klasifikasi 4 kingdom, dasar klasifikasi yang digunakan adalah keberadaan membran inti sel. Oleh dikarenakan itu, group mahkluk hidup terhadap proses ini dibagi berdasarkan ada atau tidaknya membran inti sel. Organisme yang tidak miliki membran inti sel disebut bersama dengan prokariota, tetapi organisme yang miliki membran inti sel dikenal sebagai eukariota.

Kelompok jamur, tumbuhan, dan hewan yang telah ada terhadap proses klasifikasi sebelumnya dikategorikan sebagai eukariota didalam proses klasifikasi ini. Lalu, group apa dong yang dikategorikan sebagai prokariota? Kelompok tersebut namanya monera, atau yang biasa kami kenal bersama dengan sebutan bakteri.

Sistem klasifikasi mahkluk hidup setelah itu disebut bersama dengan proses 5 kingdom. Sistem ini ditemukan oleh Robert H. Whittaker (1969). Klasifikasi terhadap proses ini disusun berdasarkan struktur organisasi internal sel, struktur organisasi sel, dan jenis nutrisi sel. Wah, beda ulang dong ya? Bedanya di mana, ya?

Menurut proses klasifikasi 5 kingdom, ada kategori baru yaitu protista. Protista ini antara lain meliputi protozoa dan ganggang. Selain protista, ada juga monera yang meliputi bakteri dan ganggang hijau biru, fungi yang meliputi cendawan, plantae yang isinya bryophyta, pteridophyta dan spermatophyte, serta animalia yang beranggotakan vertebrata dan avertebrata. Hayo, jangan sampai tertukar, ya!

Sistem 6 kingdom ini merupakan proses klasifikasi makhluk hidup yang kami kenal sampai sekarang. Tokoh yang mencetuskan proses ini bernama Thomas Cavalier-Smith. Sistem ini dikemukakan terhadap th. 2004. Anggota terhadap proses ini tidak cukup lebih sama seperti yang ada di proses 5 kingdom, hanya saja ada anggota baru yang disebut Archaebacteria. Wah! Ada teman baru lagi! Archaebacteria ini beranggotakan bakteri-bakteri yang mampu hidup di area ekstrim. Jagoan-jagoan ya kayaknya nih

Baca Juga :

Tingkatkan Pemahaman Siswa Tentang Pentingnya Sarapan

Tingkatkan Pemahaman Siswa Tentang Pentingnya Sarapan – Permasalahan gizi anak sekolah di Indonesia masih membutuhkan perhatian dari sekian banyak pihak.

Anak sekolah memerlukan energi yang besar guna masa perkembangan dan kegiatan sehari-hari.

Oleh sebab itu, mereka membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk menolong masa perkembangan serta memaksimalkan proses pembelajaran.

Melihat pada kedudukan gizi anak Indonesia, Mondelez International melewati program Joy Schools berkomitmen guna memberdayakan anak sekolah untuk memungut langkah-langkah positif dalam mengawal kesejahteraan mereka.

“Dalam kurun masa-masa 2 tahun, program Joy Schools sudah sukses menambah pemahaman semua siswa SDN Bangka 03 Jakarta terhadap pentingnya sarapan sebesar 21 persen bila dikomparasikan tahun lalu,” kata Khrisma Fitriasari, Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Dikatakannya, Joy Schools sebagai program kemitraan komunitas berfokus pada 3 area yaitu pendidikan nutrisi yang mengajarkan kelaziman sarapan pagi dengan menyerahkan makanan ekstra bergizi 3 kali dalam seminggu.

Kedua, akses pada makanan sehat dengan teknik mengajak semua siswa guna berkebun dan menempatkan tanaman segar di halaman sekolah sehingga semua siswa dapat mendapatkan guna dari berkebun.

“Ketiga ialah aktivitas jasmani yang mempromosikan pelbagai permainan kreatif melalui sekian banyak kreasi atau sumbangan alat-alat olah raga,” katanya.

Program Joy Schools berkolaborasi dengan Yayasan Emmanuel dan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kesehatan tingkat propinsi DKI Jakarta.

Program berkelanjutan dari Mondelez International ini sudah bermitra dengan 5 sekolah di 3 lokasi, yakni Jakarta (SDN Bangka 03, SDN Bangka 07, dan SDN Pancoran 08), Bandung (SDN Cigugur Tengah), dan Cikarang (SDN Wangun Harja 02).

Di Indonesia, program Joy Schools sudah melibatkan 247 karyawan sebagai relawan dengan total pekerjaan program menjangkau 1.011 jam.

Di samping di Indonesia, program Joy Schools sudah diimplementasikan di Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam serta memberikan akibat positif untuk 11.500 murid sekolah.

Terinspirasi dari program Joy Schools, kali ini KRAFT turut berpartisipasi melewati “KRAFT Berbagi Kreasi”, sebuah kegiatan digital oleh KRAFT yang mengonversi masing-masing resep yang diunggah menjadi 5 buah buku.

Sekitar 1.200 kitab akan disumbangkan guna anak sekolah dalam program Joy Schools.

“Kami bercita-cita program Joy School dapat mendapat respon yang baik serta memberikan akibat positif terhadap peningkatan kelaziman hidup sehat dan kedudukan gizi anak sekolah di Indonesia. Di masa depan kami optimis guna keberlanjutan program serta bisa bermitra dengan sekolah di distrik lainnya di Indonesia,” kata Khrisma.

Sumber: www.bahasainggris.co.id

Cara Membangun Pendidikan Yang Kompetitif

Cara Membangun Pendidikan Yang Kompetitif – Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat mengucapkan pandangan dan sikap reflektif, serta perkataan selamat untuk pemerintah dan masyarakat luas yang sekitar ini sudah dan masih terus mengabdikan diri dirinya di dunia pendidikan.

Tidak banyak warga bangsa secara personal yang tanpa pamrih di wilayah daerah pelosok mengasuh dengan hati dalam masa-masa yang panjang guna mencerdaskan dan mencerahkan anak-anak Indonesia. Tidak sedikit pun lembaga atau ormas-ormas keagamaan yang terus menambah dan memajukan pendidikan di Indonesia. Tidak ringan melaksanakan amanah dunia edukasi ini. Tantangan dan problem paling kompleks yang dihadapi dunia pendidikan. Karena itu, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi mengucapkan apresiasi dan terima masih yang sebesar-besarnya untuk mereka seluruh yang sudah berjasa sebab dedikasinya yang tinggi dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan.

Sesuai dengan pandangan hidup yang mesti dianut dan dipercayai oleh Bangsa Indonesia, maka Sila Pertama dari Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, mestilah menjadi sumber moral, filosofis dan ideologis yang menjiwai seluruh edukasi yang diadakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Dengan demikian, semua program dan pekerjaan pendidikan yang tidak mengacu untuk nilai-nilai doktrin agama dan kepercayaan untuk Tuhan Yang Maha Esa jelas berlawanan dengan Pancasila.

Bangsa Indonesia ialah bangsa yang mempunyai kekayaan nilai-nilai luhur yang mengecat dan menyusun watak dan jati diri bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur ini pun telah mengecat sistim tindakan, kebiasaan, tradisi dan kebiasaan yang hidup, berkembang dan dijaga secara turun temurun oleh masyarakat. Karena tersebut nilai-nilai luhur ini pun telah menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan kebudayaan Indonesia.

Sehubungan dengan itu, edukasi nasional mestilah di anggap sebagai instrumen penting untuk upaya melestarikan, memperkokoh nilai-nilai luhur itu dalam rangka memperkuat dan memajukan kebudayaan dan kemajuan Indonesia. Karena itu, kesatu, edukasi haruslah dapat memberikan garansi kepada masyarakat luas bahwa nilai-nilai luhur bangsa Indonesia bakal senantiasa terjaga. Kedua, edukasi haruslah memiliki keterampilan untuk meyakinkan masyarakat bahwa nilai-nilai, kebudayaan dan filsafat hidup yang berasal dari luar (budaya transnasional) yang tidak cocok dan bahkan berlawanan dengan nilai dan jati diri bangsa Indonesia mestilah ditolak.

Pendidikan pun haruslah menjadi lokasi yang tepat guna mendorong dan mencetuskan generasi muda yang produktif, kompetitif, berjiwa merdeka/berdaulat, percaya diri dan berkepribadian luhur tidak silau dengan faham faham sekularisme, hedonisme, konsumerisme dan liberalisme. Melalui generasi muda terdidik laksana ini, maka diinginkan Indonesia bakal menjadi suatu bangsa dan negara besar dan disegani dengan kemajuan yang luhur.

Membaca dan mencari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang panjang anda akan jumpai tidak sedikit pejuang dan pahlawan yang dengan sarat keyakinan, keteguhan, dedikasi tinggi dan sarat pengorbanan berusaha untuk kedaulatan dan kemerdekaan; spirit untuk menyerahkan yang terbaik untuk negeri sangatlah kuat dipunyai oleh semua pejuang. Memperhatikan masalah dan kendala besar yang dihadapi bangsa ini, maka edukasi haruslah adalah tempat yang paling tepat guna menyemai, menyuburkan dan memperkokoh nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme di kalangan generasi muda dan pendidik berkewajiban menjadi teladan dan sumber terpercaya untuk peserta didik.

Dalam kaitan di atas, maka mesti diyakinkan dengan betul-betul bahwa lembaga edukasi haruslah terbebaskan dari berbagai format penyelewengan, kriminalisasi dan tindakan-tindakan kekerasan lainnya. Salah satu masalah faktual besar yang berkembang dalam panggung kehidupan berbangsa ialah merajalelanya kelompok-kelompok yang nampak secara terus menerus tanpa rasa malu menggeronggoti dan membangkrutkan kekayaan dan merongrong ideologi bangsa yakni Pancasila.

Karena itu, lembaga edukasi haruslah benar-benar mempunyai elan vital yang kokoh bukan hanya untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni bakal tetapi pun membangun dan memperkokoh karakter. Tidak terdapat lagi perbuatan fitnah, bully, hoax, krimimalitas, pembohongan, penipuan, korupsi yang melibatkan civitas akademika lembaga edukasi baik sebagai korban maupun sebagai pelaku.

Deras dan cepatnya pertumbuhan revolusi industri teknologi informasi dan komunikasi di era digital ini tidak dapat terbendung. Perubahan di sekian banyak bidang kehidupan terjadi dengan cepat dengan sekian banyak implikasinya baik negatif maupun positif. Disrupsi tidak dapat ditolak tergolong dalam bidang pendidikan. Melalui TIK yang semakin advanced, maka informasi dan sumber belajar bukan lagi berpusat untuk guru/pendidik.

Guru atau pendidik melulu akan menjadi di antara saja diantara sekian tidak sedikit sumber belajar yang dapat diakses secara bebas dan tersingkap kapan saja oleh generasi peserta didik. Oleh sebab itu, telah saatnya lembaga-lembaga pendidikan dapat segera memanfaatkan peradaban TIK bukan hanya untuk mengembangkan dan memajukan edukasi secara kelembagaan dan akademik, bakal tetapi pun untuk menyemai dan mengembangkan secara meluas nila-nilai keluhuran. Secara produktif dan inovatif lembaga-lembaga edukasi kita diinginkan tidak saja dapat menangkal negative desruption TIK (hoax, tampilan asusila, kelaziman bully, ujaran kebohongan, kriminalitas, pertentangan tergolong penyebaran paham-paham transnasional yang berlawanan dengan nilai luhur agama dan Pancasila) bakal tetapi pun berkemampuan tinggi memperkokoh karakter bangsa.

Sumber: www.sekolahan.co.id

Lakukan Banyak Aktivitas Untuk Mencegah Osteoporosis

Lakukan Banyak Aktivitas Untuk Mencegah Osteoporosis – Osteoporosis ialah kondisi tulang yang menjadi tipis, rapuh, keropos, dan gampang patah dampak berkurangnya massa tulang dalam jangka masa-masa lama.

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi Departemen Kesehatan RI pada 2005 mengenalkan hasil analisis data risiko osteoporosis yang dilaksanakan di 16 distrik di Indonesia.

Analisis ini mengindikasikan prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) menjangkau 41,7% dan prevalensi osteoporosis menjangkau 10,3%. Hal ini berarti 2 dari 5 warga Indonesia mempunyai risiko terpapar osteoporosis, sebab 41,2% dari borongan sampel berusia tidak cukup dari 55 tahun terdeteksi menderita osteopenia.

Sementara itu, data Riset Kesehatan Dasar 2013 mengaku proporsi warga Indonesia yang tergolong tidak cukup aktif sebesar 26,1%. Sebanyak 42,0% penduduk kumpulan umur ?10 tahun menjalankan perilaku sedentari sekitar 3- 5,9 jam masing-masing hari dan 1 dari 4 warga Indonesia mengerjakan sedentari sekitar ?6 jam per hari.

Pengurus Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), dr Ade Tobing, SpKO, mengatakan, langkah mula sederhana pencegahan osteoporosis dapat dilakukan dengan merealisasikan pola santap sehat dan aktif beraktivitas jasmani atau berolahraga.

Penuhi asupan kalsium masing-masing hari sesuai umur dan vitamin D untuk menolong penyerapan kalsium. “Di samping itu, hindari perilaku sedentari dengan teratur berolahraga. Kurang olahraga bakal menghambat proses pembentukan massa tulang sehingga menyebabkan berkurangnya kepadatan massa tulang,” ujar dr Ade.

Ia menuturkan, latihan jasmani atau olahraga yang dibuka sejak dini bisa secara efektif menangkal penyakit osteoporosis. Ada juga untuk menangkal osteoporosis, disarankan melakukan latihan mempunyai sifat weight bearing exercise , yaitu pelajaran pembebanan terutama pada lokasi lumbal, pangkal paha, dan pergelangan tangan.

Meski begitu, dr Ade menegaskan, olahraga mesti dilaksanakan dengan prinsip Baik, Benar, Terukur, dan Teratur (BBTT). “Sebelum berolahraga pastikan memakai perlengkapan yang cocok ukuran dan jenis olahraga, bila perlu memakai pelindung.

Lalu kerjakan pemanasan atau peregangan, diblokir dengan pendinginan. Untuk menjangkau hasil maksimal, kerjakan olahraga secara rutin, yakni 3-5 kali dalam seminggu,” kata dr Ade. Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan drg.

Kartini Rustandi, M.Kes, menambahkan, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Instruksi Presiden No. 1/2017 mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

GERMAS adalahpenguatan upaya promotif dan preventif yang ditujukan guna menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, kematian maupun kecacatan, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, serta menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan sebab meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.

“Salah satu konsentrasi GERMAS ialah rutin kegiatan fisik 30 menit masing-masing hari. Kementerian Kesehatan terus menerus mengedukasi masyarakat me ngenai pentingnya beraktivitas atau latihan jasmani sebagai pencegahan dini penyakit menular maupun tidak menular,” kata drg Kartini.

Menurutnya, di antara penyakit riskan mengancam kesehatan masyarakat Indonesia ialah osteoporosis yang dijuluki The Silent Epidemic Disease. Karena menyerang diamdiam tanpa adanya firasat khusus sampai seseorang merasakan patah tulang.

“Osteoporosis secara negatif memengaruhi situasi ekonomi maupun sosial seseorang. Dampak ekonomi meliputi ongkos untuk penyembuhan dan hilangnya masa-masa kerja atau produktivitas. Osteoporosis sangat riskan dan tidak dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, sangat urgen men cegah osteoporosis semenjak dini,” kata drg Kartini.

Baca Juga:

Komponen dan Prinsip Pengembangan Kurikulum

Komponen dan Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pengembangan Kurikulum
Pengembangan Kurikulum

Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) isi/materi; (3) metode atau strategi pencapain tujuan pembelajaran; (4) organisasi kurikulum dan (5) evaluasi.
Tujuan

Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa : ” Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2007 dikemukakan bahwa tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut:

• Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
• Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
• Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
• Tujuan pendidikan institusional tersebut kemudian dijabarkan lagi ke dalam tujuan kurikuler; yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap mata pelajaran yang dikembangkan di setiap sekolah atau satuan pendidikan.

 

Tujuan pembelajaran merupakan tujuan pendidikan yang lebih operasional, yang hendak dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran dari setiap mata pelajaran. Pada tingkat operasional ini, tujuan pendidikan dirumuskan lebih bersifat spesifik dan lebih menggambarkan tentang “what will the student be able to do as result of the teaching that he was unable to do before” (Rowntree dalam Nana Syaodih Sukmadinata, 1997). Tujuan pendidikan tingkat operasional ini lebih menggambarkan perubahan perilaku spesifik apa yang hendak dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran. Merujuk pada pemikiran Bloom, maka perubahan perilaku tersebut meliputi perubahan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran pada tingkat operasional ini akan menentukan terhadap keberhasilan tujuan pendidikan pada tingkat berikutnya. Terlepas dari rangkaian tujuan di atas bahwa perumusan tujuan kurikulum sangat terkait erat dengan filsafat yang melandasinya.

 

Jika kurikulum yang dikembangkan menggunakan dasar filsafat klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme) sebagai pijakan utamanya maka tujuan kurikulum lebih banyak diarahkan pada pencapaian penguasaan materi dan cenderung menekankan pada upaya pengembangan aspek intelektual atau aspek kognitif. Apabila kurikulum yang dikembangkan menggunakan filsafat progresivisme sebagai pijakan utamanya, maka tujuan pendidikan lebih diarahkan pada proses pengembangan dan aktualisasi diri peserta didik dan lebih berorientasi pada upaya pengembangan aspek afektif. Pengembangan kurikulum dengan menggunakan filsafat rekonsktruktivisme sebagai dasar utamanya, maka tujuan pendidikan banyak diarahkan pada upaya pemecahan masalah sosial yang krusial dan kemampuan bekerja sama. Sementara kurikulum yang dikembangkan dengan menggunakan dasar filosofi teknologi pendidikan dan teori pendidikan teknologis, maka tujuan pendidikan lebih diarahkan pada pencapaian kompetensi.

 

Isi / Materi Pembelajaran

Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Seperti telah dikemukakan di atas bahwa pengembangan kurikulum yang didasari filsafat klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme) penguasaan materi pembelajaran menjadi hal yang utama. Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk :
• Teori; seperangkat konstruk atau konsep, definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan – hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.
• Konsep; suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.
• Generalisasi; kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian.
• Prinsip; yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep.
• Prosedur; yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik.
• Fakta; sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terdiri dari terminologi, orang dan tempat serta kejadian.
• Istilah, kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi.

 

• Contoh/ilustrasi, yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat.
• Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya.
• Preposisi, yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.
Materi pembelajaran yang didasarkan pada filsafat progresivisme lebih memperhatikan tentang kebutuhan, minat, dan kehidupan peserta didik. Materi pembelajaran yang didasarkan pada filsafat konstruktivisme, materi pembelajaran dikemas sedemikian rupa dalam bentuk tema-tema dan topik-topik yang diangkat dari masalah-masalah sosial yang krusial, misalnya tentang ekonomi, sosial bahkan tentang alam. Materi pembelajaran yang berlandaskan pada teknologi pendidikan banyak diambil dari disiplin ilmu, tetapi telah diramu sedemikian rupa dan diambil hal-hal yang esensialnya saja untuk mendukung penguasaan suatu kompetensi.
Terlepas dari filsafat yang mendasari pengembangan materi, Nana Syaodih Sukamadinata (1997) mengetengahkan tentang sekuens susunan materi pembelajaran, yaitu :
• Sekuens kronologis; susunan materi pembelajaran yang mengandung urutan waktu.
• Sekuens kausal; susunan materi pembelajaran yang mengandung hubungan sebab-akibat.
• Sekuens struktural; susunan materi pembelajaran yang mengandung struktur materi.

 

• Sekuens logis dan psikologis; sekuensi logis merupakan susunan materi pembelajaran dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan, dari yang sederhana menuju kepada yang kompleks. Sedangkan sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan menuju bagian-bagian, dan dari yang kompleks menuju yang sederhana. Menurut sekuens logis materi pembelajaran disusun dari nyata ke abstrak, dari benda ke teori, dari fungsi ke struktur, dari masalah bagaimana ke masalah mengapa.
• Sekuens spiral ; susunan materi pembelajaran yang dipusatkan pada topik atau bahan tertentu yang populer dan sederhana, kemudian dikembangkan, diperdalam dan diperluas dengan bahan yang lebih kompleks.
• Sekuens rangkaian ke belakang; dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah akhir dan mundur kebelakang. Contoh pemecahan masalah yang bersifat ilmiah, meliputi 5 langkah sebagai berikut : (a) pembatasan masalah; (b) penyusunan hipotesis; (c) pengumpulan data; (d) pengujian hipotesis; dan (e) interpretasi hasil tes.
• Dalam mengajarnya, guru memulai dengan langkah (a) sampai (d), dan peserta didik diminta untuk membuat interprestasi hasilnya (e). Pada kasempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain dari langkah (a) sampai (c) dan peserta didik diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya.
• Sekuens berdasarkan hierarki belajar; prosedur pembelajaran dimulai menganalisis tujuan-tujuan yang ingin dicapai, kemudian dicari suatu hierarki urutan materi pembelajaran untuk mencapai tujuan atau kompetensi tersebut. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai peserta didik, berturut-berturut sampai dengan perilaku terakhir.

Metode atau strategi pencapain tujuan

Metode dan teknik pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal, seperti ceramah atau seminar. Selain itu, pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual. Strategi pembelajaran yang berorientasi pada guru tersebut menurut kalangan progresivisme, yang seharusnya aktif dalam suatu proses pembelajaran adalah peserta didik itu sendiri. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik mendapat dukungan dari kalangan rekonstruktivisme yang menekankan pentingnya proses pembelajaran melalui dinamika kelompok. Pembelajaran cenderung bersifat kontekstual, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan tidak lagi dalam bentuk penyajian dari guru tetapi lebih bersifat individual, langsung, dan memanfaatkan proses dinamika kelompok (kooperatif), seperti : pembelajaran moduler, obeservasi, simulasi atau role playing, diskusi, dan sejenisnya.

 

Sumber : https://www.ayoksinau.com/

Cara budidaya singkong dengan teknologi baru

Cara budidaya singkong dengan teknologi baru

Cara budidaya singkong dengan teknologi baru – Di lndonesia, ubi kayu, atau singkong (Manihot esculenfa) merupakan makanan pokok ke tiga sesudah padi-padian dan jagung. Sedangkan untuk konsumsi masyarakat dunia, terlebih masyarakat negara-negara tropis, tiap th. diproduksi lebih kurang 300 juta ton singkong. Produksi singkong di lndonesia sebagian besar dihasilkan di Jawa (56,6%), Propinsi Lampung (20,5%) dan propinsi lain di lndonesia (22,9%).

Permasalahan lazim terhadap pertanaman singkong adalah produktivitas dan penghasilan yang rendah. Rendahnya produktivitas disebabkan oleh belum diterapkannya teknologi budidaya singkong dengan benar seperti belum dikerjakan pemupukan baik pupuk anorganik maupun organik (pupuk kandang).

Data statistik tunjukkan terjadi penurunan luas areal singkong sebesar 10,81% terhadap th. 2OO4 dan 5,08% terhadap th. 2005. Dengan berkurangnya luas areal tanaman singkong dan meningkatnya keperluan bahan baku singkong untuk industri makanan dan bioetanol waktu produktivitas singkong tetap rendah, maka solusi yang pas adalah peningkatan produktivitas per satuan luas. Kerena itu pemanfaatan sistem tanam double row diinginkan bakal menjadi salah satu alternatif untuk menangani kekurangan bahan baku singkong di masa mendatang.

Bahan Tanaman

Tanaman singkong sebagian besar dikembangkan secara vegetatif yakni dengan setek. Jenis bahan tanaman (varietas/klon) singkong yang banyak ditanam di Lampung antara lain adalah varietas UJ-3 (Thailand), varietas UJ-S (Cassesad), dan klon-lokal (Barokah, Manado, Klenteng, dan lain-lain). Varietas UJ-3 banyak ditanam petani dikarenakan berumur pendek tapi takaran pati yang lebih rendah supaya memicu tingginya rafaksi (potongan timbangan) waktu penjualan hasil di pabrik. Hasil kajian BPTP Lampung bahwa pemanfaatan varietas UJ-S mampu berproduksi tinggi dan punya takaran pati yang tinggi pula.

Cara Tanam

Cara tanaman yang banyak digunakan petani adalah sistem tanam rapat dengan jarak tanam 70 x 80 cm. Cara tanam ini punya banyak kelemahan antara lain pemanfaatan bahan tanaman dalam jumlah besar (18.000 tanaman/ha) dan produktivitas rendah (18-22 ton/ha). Hasil kajian BPTP Lampung tunjukkan bahwa pemanfaatan sistem tanam double row dengan variates UJ-S mampu membuahkan singkong 50-60 ton/ha.

Adapun langkah penanaman singkong sistem double row adalah sebagai berikut :

Penggunaan bibit unggul

Setek untuk bibit tanaman adalah varietas UJ-S yang disita berasal dari tanaman yang berumur lebih berasal dari 8 bulan. Jumlah bibit per hektar dengan sisitem tanam double row adalah 11.200 tanaman. Panjang setek yang digunakan adalah 20 cm.

Pengolahan tanah

Tanah diolah sedalam 25 cm mampu dikerjakan dengan mencangkul, membajak dengan ternak dan traktor. Dibuat guludan atau bedengan dengan jarak ganda (double row) yakni 80 cm dan 160 cm.

Sistem tanam

Sistem atau langkah tanam double row adalah memicu baris ganda (double row) yakni jarak antar barisan 160 cm dan 80 cm, sedang jarak di dalam barisan sama yakni 80 cm. Sehingga jarak tanam singkong baris pertama (160 cm x 80 cm) dan baris ke-2 (80 cm x 80 cm). Penjarangan barisan ini dimaksudkan supaya tanaman lebih banyak meraih sinar matahari untuk sistem fotosintesa, supaya pembentukan zat pati singkong di umbi lebih banyak dan ukuran umbi besar-besar.

Selain itu, satu diantara barisan berukuran 160 cm mampu ditanami jagung dan kacang-kacangan untuk menambah penghasilan petani. Keuntungan lain berasal dari sistem tanam singkong double row adalah jumlah bibit yang digunakan lebih sedikit yakni 11.200 tanaman dibandingkan dengan sistem tanam petani biasa dengan jumlah bibit 18.000 tanaman.

Pemupukan

Dosis pemupukan an-organik per ha yang direkomendasi adalah : 200 kg Urea + 150 kg SP36 + 100 kg KCI dan 5 ton pupuk kandang. Pada musim tanam berikutnya dosis pupuk kandang dikurangi menjadi 3 ton/ha. Pemupukan Urea dikerjakan 2 kali yakni terhadap usia 1 bulan dan 3 bulan, sedang SP36 dan KCI diberikan 1 kali terhadap usia 1 bulan sesudah tanam. Pemberian pupuk kandang dikerjakan terhadap lebih kurang perakaran terhadap usia 2 minggu sesudah tanam.

Pemeliharaan

Penyiangan pertama dikerjakan terhadap usia 3 minggu sampai 1 bulan sesudah tanam. Penyiangan ini dikerjakan secara mekanis dengan menggunakan koret. Sedangkan penyiangan ke-2 dikerjakan terhadap usia 3 bulan sesudah tanam dengan menggunakan herbisida. Penjarangan cabang dikerjakan terhadap usia 1 bulan, dengan jumlah cabang yang dipelihara adalah 2 cabang per tanaman.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Cara Termudah Install Pocophone Launcher di Semua HP Android

Cara Termudah Install Pocophone Launcher di Semua HP Android

Pocophone F1 menjadi salah satu smartphone yang cukup menarik pehatian akhir-akhir ini. Pasalnya smartphone besutan anak perusahaan Xiaomi ini dibekali spesifikasi yang tinggi tetapi dijual dengan harga di bawah rata-rata.

Karena tetap satu saudara dengan Xiaomi, user interface yang digunakannya adalah MIUI yang dimodifiasi khusus untuk Poco. MIUI for Poco ini tawarkan desain cantik dan performa cepat. Selain itu, terkandung pilihan App-drawer jika tidak terlampau bahagia menampilkan seluruh aplikasi di halaman home screen.

Launcher yang digunakan di Pocophone F1 ternyata berhasil memikat banyak orang. Akhirnya Xiaomi pun secara formal merilis aplikasi launcher berikut di Google Play Store bernama POCO Launcher. Sayangnya sampai artikel ini dibuat, launcher berikut tetap di dalam early access dan pendaftaran pengguna sudah penuh.

Cara Termudah Install Pocophone Launcher di Semua HP Android

Meski tidak sanggup didownload segera di Play Store, pengguna selamanya sanggup merasakan launcher POCO lewat cara berikut ini. Pertama-tama download aplikasi POCO Lancher lewat website third-party, salah satunya adalah APK Mirror. Pastikan yang didownload adalah versi terbaru.

Jika sudah download, install POCO Launcher di Android selanjutnya buka aplikasinya dan berikan izin yang diperlukan agar sanggup berlangsung dengan maksimal. Atur terhitung POCO Launcher menjadi launcher default smartphone, hal ini punya tujuan agar waktu menghimpit tombol Home launcher tidak berganti.

Cara Termudah Install Pocophone Launcher di Semua HP Android

POCO Launcher menampilkan seluruh aplikasi di app drawer dan terhitung akan mengelompokan aplikasi berdasarkan kategori. Saat masuk ke menu setting, terkandung lebih dari satu pengaturan sederhana, layaknya Icon pack, otomatis atur grup, pilihan untuk mengelompokan aplikasi berdasarkan warna logonya, scroll bar dan pengaturan Home screen. cara hack wifi di android

Itulah cara gampang untuk install POCO Launcher di seluruh smartphone Android. Belum banyak fitur yang sanggup digunakan di launcher tersebut, tetapi dengan adanya pengembangan lebih lanjut, besar barangkali Xiaomi akan menghadirkan banyak variasi fitur menarik.

5 Fitur Gmail yang Belum Banyak di Ketahui

5 Fitur Gmail yang Belum Banyak di Ketahui

Ditakdirkan sebagai raja teknologi dunia, Google telah memberikan sumbangsih yang besar kepada seluruh mahluk penghuni planet bumi. Pasalnya, perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini telah memanjakan masyarakat dunia bersama beragam teknologi canggih.

Fitur Gmail

Sebut saja, menjadi dari mesin pencarian, proses operasi Android, hingga sederet aplikasi canggih lainnya. Nah! Salah satu aplikasi besutan Google yang paling berpengaruh adalah Gmail. Terbukti, hingga waktu ini Gmail tetap jadi pilihan utama para pengguna internet untuk mengirim surat elektronik alias e-mail.

Tercatat, sejak th. 2016 lalu Gmail telah punyai pengguna aktif kurang lebih 1 miliar orang dan akan konsisten meningkat tiap tiap tahunnya sejalan berkembangnya smartphone Android. Karena, lebih dari satu besar aplikasi bawaan Android butuh hak akses Gmail.

Lantas, apakah kalian termasuk jadi salah satu orang yang kerap menggunakan Gmail untuk berkorespondensi? Dan seberapa kerap kalian lakukan itu? Jika kalian pengguna setia Gmail harus hukumnya untuk tahu 5 tips berikut ini agar kesibukan berkirim email jadi lebih asik.

Swipe Kiri-Kanan untuk tindakan cepat

Kalian pengguna internet aktif dan kerap kali terima pesan yang masuk ke Inbox di Gmail? Sudah dapat dipastikan bahwa didalam sehari tersedia banyak pesan yang akan memenuhi Inbox kalian. Dengan kata lain, tersedia sejumlah email yang sebenarnya tak harus kalian baca atau dianggap penting.

Dengan memandang siapa pengirimnya dan judul email yang masuk, telah memadai mengatakan apakah email berikut penting atau tidak. Dalam hal ini, Gmail App menghadirkan fitur swipe untuk mengeksekusi email secara cepat.

Default-nya, kami dapat menggeser pesan ke kiri dan ke kanan fungsi memuatnya ke didalam arsip. Namun kami termasuk dapat mengubahnya lewat “Setting > General Setting > Swipe actions”. Setelah itu kami dapat membuat perubahan tindakan cepat yang akan dilakukan, layaknya menghapus, mengarsipkan, dan sebagainya.

Cari pesan bersama parameter detail

Adakalanya kami kehilangan email lama yang tenggelam gara-gara ditumpuk oleh sejumlah email baru. Seperti yang kami ketahui, Gmail pun telah sediakan fitur pencarian. Pada dasarnya, kami hanya harus mengetikkan “nama pengirim” atau “judul” dari email yang akan kami cari.

Namun rupanya pengembang aplikasi Gmail, didalam hal ini Google telah sediakan fitur pencarian yang lebih spesifik alias pro. Caranya, kalian dapat mencari email yang di inginkan bersama menggunakan parameter spesifik didalam kotak pencarian.

Misalnya, bersama mengetikkan older_than:1y, kalian dapat mencari email setahun yang lalu. Atau kalian termasuk dapat mengetikkan older_than:1d untuk menampilkan email yang masuk sehari yang lalu. Tidak itu saja, tentunya banyak parameter spesifik yang dapat kalian gunakan. Pelajari lebih lanjut di sini.

Perjelas dan percantik email yang akan dikirim

Untuk memberikan Info kepada orang lain, kami harus menulis pesan secara jelas, mudah untuk dipahami dan menarik untuk dibaca. Jika kalian berkirim email menggunakan Gmail, seluruh itu dapat ditunaikan bersama lebih mudah.

Untuk itulah Gmail App sediakan sejumlah format teks untuk memperkaya tampilannya. Mulai dari teks tebal, miring, garis bawah, seutuhnya telah tersedia utuh. Selain itu, kalian termasuk dapat mempercantik email yang dikirim teks berwarna.

Menghemat ruang

Aplikasi Gmail konsisten lakukan proses sinkronasi. Jika proses ini terjadi amat sering, hal ini pasti akan mempersempit area penyimpanan pada perangkat kalian. Apalagi kecuali didalam sehari, kalian terima puluhan email yang masuk ke Inbox.

Ada baiknya kalian lakukan pengaturan agar kapasitas penyimpanan yang tersedia di didalam smartphone tidak cepat penuh bersama e-mail-e-mail. Untuk itu, atur jangka waktu proses sinkronisasi lewat menu “Setting”. Dengan begitu, storage kalian tidak akan cepat terisi penuh.

Kirim duit atau bayar tagihan

Mungkin fitur yang satu ini telah tersedia memadai lama untuk versi Gmail Web. Tapi, untuk Gmail App, fitur ini tetap terbilang baru. Ya! Inilah trobosan Gmail bersama Google Wallet untuk menghadirkan fitur kirim duit via e-mail. Kedengarannya sebenarnya amat menarik.

Sayangnya hingga waktu ini, fitur berikut hanya berlaku di Amerika Serikat. Namun kami rasa, tidak menutup kemungkinan didalam waktu dekat ini, Google akan merilis fitur pembayaran via Gmail ini untuk negara-negara lainnya, termasuk Indonesia. Jadi, kami menunggu saja!