Bima Arya, Jangan Main-main dengan Pelayanan Warga

Bima Arya, Jangan Main-main dengan Pelayanan Warga

 

Bima Arya, Jangan Main-main dengan Pelayanan Warga

Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Jalan Pandu Raya, Bogor Utara, Kamis (17/1/2019).

Sidak tersebut dilakukan Bima Arya untuk menjawab banyaknya keluhan warga mengenai lamanya proses pencetakan e-KTP hingga adanya dugaan pungutan liar.

Di tengah rintik hujan yang mengguyur Kota Bogor sejak pagi

Bima Arya tiba di Disdukcapil sekitar jam 10.30 WIB. Tanpa basa-basi, ia kemudian mengecek ke setiap ruangan demi ruangan untuk memastikan tidak adanya orang lain selain petugas di dalam ruangan.

Bima Arya

Kemudian Bima Arya meminta kepada semua pegawai keluar ruangan untuk dimintai penjelasan mengenai kondisi sebenarnya. “Saya masih menerima keluhan dari warga soal persoalan warga mengurus e-KTP. Apa yang sebetulnya terjadi? Cuma ada dua kemungkinan. Pertama, persoalan yang tak bisa kita selesaikan karena terkait sistem dari pusat. Atau kedua, ketidakmampuan kalian untuk melayani warga dengan lebih baik,” ungkap Bima di hadapan puluhan pegawai Disdukcapil.

Bima Arya pun mengutarakan kemarahannya ketika ada banyak warga yang mengadu melalui sosial media dan pesan singkat ke ponselnya bahwa ada permainan oknum di Disdukcapil yang diduga melakukan pungutan liar untuk memuluskan pencetakan e-KTP.

Ada yang sudah bertahun-tahun belum jadi

Saya jelaskan bahwa persoalannya adalah blanko dari pusat yang dikirim terbatas. Tapi dibantah dengan cepat oleh warga yang bilang temannya, tetangganya bayar sekian, selesai lebih cepat. Saya ingin pastikan apa yang terjadi di sini,” tandasnya.

Bima berjanji akan membongkar dugaan pungli tersebut karena menurutnya keluhan warga tersebut merupakan persoalan yang sangat keterlaluan jika benar dilakukan oleh ASN. “Tragis sekali. Masa yang kayak begini saja dibisniskan. Ini terlalu menurut saya. Indikasi oknum ada. Kenapa bisa lambat? Kalau tidak malas, ya berarti ada permainan. Siapa yang melakukan? Saya akan telusuri terus. Bisa ada keterlibatan orang dalam, atau bisa juga ada paksaan dari pihak luar dan yang di dalam tidak menerima uang. Saya minta ditelusuri ini semua,” jelas dia.

Artikel Terkait:

KPRI Tampan Diharapkan Berkolaborasi Dengan UMKM

KPRI Tampan Diharapkan Berkolaborasi Dengan UMKM

 

KPRI Tampan Diharapkan Berkolaborasi Dengan UMKM

Koperasi Pegawai Republik Indonesia

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Tanaman Pangan (Tampan) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jalan Tentara Pelajar Nomor 3A, Kota Bogor, Kamis (17/1/2019). Pada RAT tahun buku 2018 ini hadir pula Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Anas. S. Rasmana.

Ketua KPRI Tampan M. Hatta Doeni mengatakan

RAT ini merupakan tanggung jawab pengurus kepada para anggotanya yang memang rutin dilaksanakan setiap tahun di awal tahun, yakni Januari. Pada RAT kali ini tak hanya memaparkan pertanggungjawaban saja, tetapi juga menyusun program kerja selama satu tahun kedepan.

KPRI

Apalagi KPRI Tampan memiliki mimpi ingin dapat melayani dan menyediakan berbagai kebutuhan anggotanya secara lengkap. Mulai dari kebutuhan pokok sehari-hari yang kini sudah bisa diakomodasi lewat Agromart, program simpan pinjam, dana talangan untuk tiket perjalanan dinas dan Agrosoft sebagai wadah untuk memasarkan produk hasil penelitian lewat online. contoh report text

“Kami juga mewadahi produk UMKM Kota Bogor untuk dijual di Agromart,” jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Bogor

Bima Arya menilai koperasi mempunyai posisi strategis untuk mensejahterakan anggotanya. Mengingat koperasi merupakan soko guru perekonomian di Indonesia. Tak ayal, ia sangat mengapresiasi KPRI Tampan sebagai salah satu koperasi yang bisa mensejahterakan anggotanya, tetap aktif dan sehat di tengah banyaknya koperasi yang tidak aktif di Kota Bogor.

“Koperasi aktif itu kan ada programnya, ada unit usahanya dan melaksanakan RAT. Saya juga mendorong agar KPRI Tampan berkolaborasi dengan UMKM yakni membantu memasarkan produk-produk UMKM di unit usahanya,” pungkasnya.

Pemkot Bogor Dikunjungi Tiga DPRD

Pemkot Bogor Dikunjungi Tiga DPRD

 

Pemkot Bogor Dikunjungi Tiga DPRD

Pemkot Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menjadi lokasi kunjungan kerja (kunker) pemerintah daerah lain. Kali ini, tiga daerah dari Komisi D DPRD Kota Semarang ingin mengetahui terkait perilaku masyarakat terhadap Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), DPRD Kabupaten Nias terkait Penyusunan RKPD dan keberhasilan atas Program Kota Layak Anak serta peningkatan PAD dan Prestasi atas Perolehan WTP serta DPRD Kota Tegal terkait RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah).

Rombongan diterima Asisten Perekonomian

Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asperbangkesra) Setda Kota Bogor, Dody Ahdiat di ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (17/01/2019).

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang

Laser Narindro mengatakan tujuan kedatangannya ingin mempelajari terkait program Germas, karena memang salah satu tupoksinya dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) adalah membahas upaya promotif, preventif dan kuratif di bidang kesehatan. “Jadi kami ingin mengetahui pola Germas di Kota Bogor,” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Nias

Yaredi Laoli menuturkan, tujuan kedatangannya ingin mengetahui cara pemerintah daerah melindungi hutan lindung, karena kota Bogor memiliki |Kebun Raya yang dilindungi pemerintah dan di Kabupaten Nias ada juga yang diklaim sebagai hutan lindung, namun persoalannya masih banyak dihuni penduduk.

Selain itu pihaknya juga ingin mengetahui bagaimana pelayanan kesehatan sehingga Kota Bogor dinobatkan menjadi Kota Sehat. Kemudian terkait mekanisme atau tahapan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sehingga pembangunan berhasil dengan baik.

“Terkait Kota Layak Anak kami sedang merancang Perda Kota Layak Anak, diharapkan setelah kunjungan ini kami memiliki masukkan karena Kota Bogor sudah meraih penghargaan Kota Layak Anak,” terang dia.

Ketua DPRD Kabupaten Nias

Ketua DPRD Kabupaten Nias ini juga menanyakan bagaimana cara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudian cara meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pengelolaan keuangan dan aset.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Tegal

Sutari mengatakan, informasinya saat ini Pemkot Bogor sedang merevisi Perda RTRW dan hal ini akan menjadi pembanding Pemkot Tegal dalam menyusun Perda RTRW.

“Kami sudah membentuk pansus Perda RTRW dan saya ketuanya. Kami ingin tahu kenapa Perda RTRW perlu direvisi dan sejauh mana perubahannya,” tuturnya.

Kemudian Sutari juga menyatakan ingin mengetahui hal apa saja yang mendasar dilakukan revisi Perda RTRW selain adanya kebijakan nasional. Kemudian apa saja kendala yang dihadapi Pemkot Bogor baik dari kebijakan internal maupun eksternal.

Dalam sesi tanya jawab turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor Artiana Yanar Anggraini, Kepala Bidang (Kabid) Fisik Bappeda Kota Bogor, Sonny Rijadi, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor Lia Kania Dewi dan dari Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Kota Bogor.

Artikel Terkait:

BPKAD Kota Bogor Bakal Bangun Gudang untuk Simpan Aset Pemkot

BPKAD Kota Bogor Bakal Bangun Gudang untuk Simpan Aset Pemkot

 

BPKAD Kota Bogor Bakal Bangun Gudang untuk Simpan Aset Pemkot

Badan Pengelolaaan Keuangan dan Aset Daerah

Badan Pengelolaaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor berencana membangun gudang penyimpanan aset milik Pemkot Bogor. Rencananya, gudang tersebut akan dibangun menggunakan APBD perubahan.

Kepala BPKAD Kota Bogor

Kepala BPKAD Kota Bogor Anggraeni Iswara mengungkapkan, awalnya gudang aset tersebut akan dibangun menggunakan APBD murni 2019, namun belum bisa terealisasi sehingga akan diusulkan kembali pada anggaran perubahan.

Gudang aset akan dibangun dalam konsep indoor dan outdoor

Bentuknya menyerupai hanggar dengan luas kurang lebih 1000 meter persegi. Gudang ini nantinya digunakan untuk menampung dan menyimpan aset-aset milik Pemerintah Kota Bogor, baik kendaraan maupun meubelair,” ujar Anggraeni.

Menurut dia

Ketika ada aset Pemkot Bogor yang rusak dan sudah dilaporkan kepada WaliKota, maka aset tersebut akan ditarik dan disimpan di gudang sambil menunggu penghapusan. report text

“Terkait penghapusan aset ini membutuhkan waktu cukup lama. Proses penghapusan tidak sederhana karena harus melalui penilaian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). KPKNL dalam menjalankan tugasnya tidak hanya melayani Kota Bogor tetapi juga melayani 4 wilayah lainnya, seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi serta Cianjur,” jelas dia.

Artinya, lanjut dia,dalam proses penghapusan Kota Bogor menyesuaikan dengan jadwal KPKNL, mulai dari penilaian, penghapusan sampai lelang yang juga dilakukan oleh KPKNL. “Inilah sebabnya kenapa ada barang atau aset yang menumpuk di SKPD. Karena ya itu tadi proses penghapusan yang membutuhkan waktu yang cukup lama,” tegasnya.

Pemerintah Kota Bogor

Kalau Pemerintah Kota Bogor sudah memiliki gudang, maka tidak perlu menunggu proses tersebut. “Aset rusak yang ada di SKPD ditarik dulu ke gudang dan kami yang bertanggung jawab mengurus proses penghapusan,” jelasnya.

Kepala Sekolah Miliki Tiga Tugas Utama

Kepala Sekolah Miliki Tiga Tugas Utama

 

Kepala Sekolah Miliki Tiga Tugas Utama

Wali Kota Bogor

Bima Arya, menekankan bahwa setiap kepala sekolah memiliki tiga tugas utama yang sejatinya melekat pada dirinya, yaitu sebagai pengajar, sebagai pendidik dan sebagai pengelola.

“Apabila ketiganya dilaksanakan dengan hati, dijalankan dengan maksimal, Insya Allah akan memberikan kemaslahatan dan manfaat yang maksimal,” kata Bima saat melantik sebanyak 24 Kepala Sekolah Dasar di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kamis (14/02/2019) siang.

Tugas sebagai pengajar kata Wali Kota

Kepala sekolah memiliki tanggung jawab memberikan ilmu yang bermanfaat kepada para siswa. Dengan tanggung jawab ini para kepala sekolah diminta terus meningkatkan kemampuan memperbaiki metodologi pengajaran, memperbaiki kurikulum dan melakukan penguatan-penguatan yang diperlukan bagi sekolah dan tenaga pengajar agar kapasitas keilmuan para siswa dapat meningkat.

Sementara itu sebagai pendidik

Berarti bicara bagaimana membangun karakter, akhlak dan moral. Tidak semua mampu menjadi seorang pendidik, banyak yang terhenti hanya sebatas mengajar, transformasi ilmu, memindahkan teks atau buku ke dalam pikiran para siswa. “Tugas kedua ini lebih berat karena memerlukan keteladanan, satu antara kata dan perbuatan,” ujar Bima.

Di tangan para pendidik sambung Bima, masa depan Kota Bogor dan NKRI dipertaruhkan. Mendidik dan mempersiapkan para generasi muda yang tidak silau pada materi, tidak terjebak kepada hal-hal yang kekinian serta mempersiapkan generasi muda yang siap menjemput dan menghadapi masa depan. “ Memberikan motivasi dan inspirasi inilah masuk dalam tugas sebagai pendidik,” tutur Bima. kata bijak bahasa inggris

Tugas ketiga sebagai pengelola

Kepala sekolah adalah manajer yang memiliki tanggung jawab untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan sekolah agar transparan, profesional, efektif dan efisien. Jika ada pungutan liar (pungli), baik oleh oknum maupun dilakukan secara sistematis maka itu menjadi tanggung jawab kepala sekolah.

Disamping itu jika ada persoalan keuangan, fisik yang tidak maksimal ini pun masuk ranah kepala sekolah selaku pengelola atau manajer.

“ Jadi kepala sekolah itu manajer, motivator sekaligus juga guru. Semoga tugas tersebut bisa dipahami dan dijalankan dengan baik mengingat tantangannya yang dihadapi sangat luar biasa,” ujar Wali Kota.

Terakhir Bima berpesan kedepan para kepala sekolah memiliki kemampuan untuk bisa berkolaborasi, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak. Mulai dari siswa, orang tua, dinas pendidikan serta pihak lainnya secara baik, sehingga ketiga aspek bisa dijalankan dengan baik dan maksimal.

Plh. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Jana Sugiana menyebutkan, tugas kepala sekolah merupakan amanah yang harus diterima dan dijalankan. Dia berharap kepala sekolah yang hari ini dilantik bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bisa membantu para guru membentuk para siswa di Kota Bogor menjadi siswa yang memiliki karakter dan berprestasi.

Dari 24 kepala sekolah SD yang dilantik, 9 orang promosi menjadi kepala sekolah dan sisanya adalah rotasi. Turut mendampingi Wali Kota Bogor, Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Achsin Prasetyo.

Juara Puisi FLS2N SMA, Ain, Ini Kado Terindah

Juara Puisi FLS2N SMA, Ain, Ini Kado Terindah

 

Juara Puisi FLS2N SMA, Ain, Ini Kado Terindah

JABAR

Menjadi juara 1 lomba baca puisi dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional  Sekolah Menengah Atas (FLS2N SMA) Tingkat Nasional  2018 di Banda Aceh merupakan kado ulang tahun terindah untuk Karina Nur Aulia Putri. Siswa SMA Negeri 1 Lembang ini berhasil mengharumkan nama Jawa Barat dalam ajang FLS2N SMA kemarin. Ain, panggilan Karina, berhasil mengalahkan 33 provinsi lainnya.

Aku ulang tahun  15 September

dan ini menjadi kado terindah untuk aku,” ujar Ain saat ditemui di SMA Negeri 1 Lembang, Kayuambon, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa, 4 September 2018.

Ain menyukai puisi sejak SMP

Pertama kali Ain tertarik dengan puisi adalah saat dirinya melihat pertunjukan puisi di SMP, hingga tak sadar ia menangis hanya karena melihat pertunjukan puisi. Ia ingin bisa membaca puisi seperti itu. Ain akhirnya menekui bidang puisi hingga ia melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Bandung dan bergabung dengan Saung Sastra Lembang. Di sana Ain dikelilingi orang-orang hebat yang selalu mendukung ia untuk membaca puisi. Di temapt ini pun, Ain diajarkan untuk pantang menyerah dalam mengapai impian.

Aku sudah beberapa kali mengikuti perlombaan baca puisi

walaupun kadang kalah, kadang menang, yang penting adalah ikhtiarnya. Aku sering diberi masukan oleh pelatih untuk terus berusaha tapi harus siap pula, siap menang dan siap kalah. Puisi pun dapat aku jiwai karena aku kaitkan dengan kehidupan dan aku pun mencari referensi lainnya. Intinya aku berusaha latihan sekuat tenaga,” ujar Ain menjelaskan.

Dalam FLS2N di Aceh

Ain membawakan puisi berjudul Sagu Ambon karya WS Rendra. Kemudian, ia lolos dan masuk babak final. Di final, ia membacakan puisi lain berjudul, Dialog Bukit Kamboja karya Zawawi Imron. Puisi tersebut pun yang membaca Ain menjadi juara pertama.

“Aku memilih puisi itu karena menceritakan tentang hari pahlawan. Tidak hanya membaca puisi, ada dialog pula yang harus dibacakan. Puisi dan dialog tersebut jadi sebuah tantangan untuk aku, dimana aku harus memerankan dua peran secara bersamaan,” ujar Ain menjelaskan.

Sang pelatih, Ai Koraliati mengatakan, Ain mempersiapkan pelombaan FLS2N selama enam bulan.  Menurutnya, FLS2N ini merupakan sebuah gerbang untuk kehidupan Ain kedepannya. Apalagi, Ain berkeinginan untuk mengangkat derajat orang tua.

“Kalau ingin hasil yang luar biasa, harus punya persiapan yang luar biasa juga. Akan tetapi, kita harus niatkan untuk ibadah dan menjadi berkah,” ujar Ai.

Artikel Terkait:

 

Bantu Korban Longsor Sukabumi, Indosat Ooredoo Terjunkan Mobil Klinik

Bantu Korban Longsor Sukabumi, Indosat Ooredoo Terjunkan Mobil Klinik

 

Bantu Korban Longsor Sukabumi, Indosat Ooredoo Terjunkan Mobil Klinik

SUKABUMI

Indosat Ooredoo kembali melakukan aksi sosialnya di lokasi bencana bencana longsor yang terjadi di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada tanggal 31 Desember 2018.

Dengan menyediakan fasilitas pengobatan dan pelayanan kesehatan gratis melalui Mobil Klinik Indosat Ooredoo

Mobil Klinik mulai beroperasi memberikan layanan pengobatan dan kesehatan gratis di lokasi bencana pada hari ini, Jumat 4 Januari 2019, dengan total penerima manfaat sebanyak 600 orang.

Atas nama manajemen dan karyawan Indosat Ooredoo

kami menyampaikan duka mendalam atas musibah longsor tersebut. Sebagai bentuk kepedulian kami untuk turut meringankan masyarakat yang menjadi korban, kami menurunkan Mobil Klinik untuk memberikan fasilitas pengobatan dan kesehatan gratis yang tentunya sangat dibutuhkan masyarakat yang terdampak,” demikian disampaikan Turina Farouk, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Selain memberikan fasilitas pengobatan dan layanan kesehatan gratis

Mobil Klinik juga memberikan makanan tambahan bagi anak-anak, kegiatan psiko-sosial/trauma healing bagi anak-anak, dan bantuan logistik yang bersifat darurat. Tidak hanya itu, Indosat Ooredoo juga memberikan bantuan pulsa untuk memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi, berkirim kabar kepada sanak keluarga mereka.

Aksi sosial pengobatan dan layanan kesehatan gratis ini akan berada di titik-titik sekitar lokasi bencana, utamanya di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

“Kami berharap dukungan sosial ini bermanfaat bagi masyarakat yang menjadi korban, serta membantu mempercepat masa pemulihan paska bencana, sehingga masyarakat dapat kembali beraktifitas dengan normal kembali,” demikian Turina Farouk menutup penjelasannya.

 

Sumber : http://situsiphone.com/

Serah Terima Jabatan Gubernur Jawa Barat

Serah Terima Jabatan Gubernur Jawa Barat

 

Serah Terima Jabatan Gubernur Jawa Barat

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar Acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan kepada Gubernur dan Wagub Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis 6 September 2018.

Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat

Mochamad Iriawan mengatakan saat ini kita sebagai warga Jawa Barat telah menerima gubernur terpilih sesuai dengan pilihan masyarakat mayoritas. Tentunya perlu didukung oleh seluruh masyarakat Jawa Barat secra keseluruhan. Saat masa transisi, ia mendapat amanah sebagai penjabat gubernur terhitung 18 Juni – 5 September 2018.

Sebagai pertanggung jawaban kami

ada dua hal fokus dalam pekerjaan saya yang harus diselesaikan, pertama bagaimana jalannya pemerintahan di Jawa Barat. Kedua mengawal dan mensukseskan pilkada serentak di Jawa Barat ini,” ujar Iriawan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat

Iwa Karniwa mengatakan sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, usai pelantikan harus segera dilaksanakan sertijab.

“Untuk itu, usai pelantikan pada Selasa 5 September 2018, sehari setelahnya digelar sertijab yang dilanjutkan dengan Penyampaian Pidato Visi Misi Gubernur Jawa Barat Masa Jabatan 2018-2023 pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Barat. di Gedung DPRD Prov. Jabar,” jelasnya di Jakarta usai menghadiri Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2018, Rabu 5 September 2018.

Selain acara sertijab, telah ditandatangani Berita Acara Serah Terima Jabatan Gubernur Jawa Barat dan penyerahan memori jabatan dari Iriawan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.  Serta penyerahan cinderamata, sekaligus dilaksanakannya Prosesi Pedang Pora untuk melepas Iriawan.

Iwa mengatakan acara sertijab ini dihadiri oleh 429 undangan dari unsur pemerintah daerah, legislatif, yudikatif, tokoh masyarakat, inohong, kepala daerah kota/kab, kepala perangkat daerah, organisasi masyarakat, tokoh agama dan masyarakat, telah disebar.

“Jumlah ini ditambah 1500 orang undangan lainnya. Estimasi ada lebih kuran 2000 orang akan memadati Gedung Sate dan halaman,” ujar Iwa.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Rajin Bangun Pagi, Resiko Wanita Terkena Kanker Payudara Rendah

Rajin Bangun Pagi, Resiko Wanita Terkena Kanker Payudara Rendah

Rajin Bangun Pagi, Resiko Wanita Terkena Kanker Payudara Rendah
Rajin Bangun Pagi, Resiko Wanita Terkena Kanker Payudara Rendah

Ilmuwan Universitas Bristol

Melakukan penelitian terhadap resiko wanita terkena kanker payudara. Disebutkan jika wanita yang rajin bangun pagi memiliki resiko 40-48 persen lebih rendah terkena kanker payudara ketimbang wanita yang kerap bangun siang.

Resikonya juga sangat lebih rendah

Dibanding mereka yang aktif di malam hari. Bahkan temuan lainnya, wanita yang tidur lebih dari tujuh hingga delapan jam atau setara memiliki resiko 20 persen tambahan untuk setiap jam.

Dilansir dari Independent, peneliti menganalisis data 400.000 wanita yang memiliki informasi genetik tercatat di Inggris Biobank.

Dengan melihat sekitar 450 penanda

Genetik yang berafiliasi dengan tidur seperti chronotype (ketika kita paling aktif), jumlah tidur yang dibutuhkan, dan risiko insomnia, para ilmuwan mampu mempelajari risiko kanker secara independen dari faktor pemicu seperti alkohol atau merokok menggunakan teknik yang dikenal sebagai mendelian randomisasi.

Sementara penanda genetik

Ini berkaitan erat dengan preferensi tidur mereka dan menjelaskan sebagian kecil dari kebiasaan atau 3% dalam kasus 300 gen chronotype. Ini karena faktor seperti pekerjaan dan keluarga mengharuskan seseorang bangun pagi dan penulis menduga bahwa ketidakcocokan ini dapat menjelaskan beberapa risiko tambahan. Meski demikian, peneliti memperingatkan bahwa hal ini masih perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

“Apa yang kami ingin lihat selanjutnya adalah interaksi antara preferensi bawaan kami, menjadi orang pagi atau orang malam, dan perilaku aktual kami. Beberapa menyarankan bahwa ketidakselarasan antara jam kemasyarakatan kita dan jam biologis kita dapat menempatkan kita pada risiko penyakit,” kata pemimpin penelitian, Dr Rebecca Richmond.

Namun, bukan berarti risiko kanker

Sepenuhnya ditentukan oleh genetika kita karena memodifikasi perilaku kita dapat mengurangi banyak risiko itu. Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya tentang pola tidur yang menunjukkan wanita yang bekerja shift malam dan mereka yang tidur dengan lampu menyala memiliki risiko kanker yang lebih tinggi. Perubahan tidur memang tidak mudah, namun Dr. Emma Pennery memaparkan, biasanya tidur dipengaruh pekerjaan, parenting dan kondisi kesehatan.

“Lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk memahami mengapa karakteristik tidur dapat dikaitkan dengan risiko kanker payudara. Tapi yang kami ketahui adalah menjaga berat badan yang sehat, berolahraga dan minum alkohol dalam jumlah yang wajar, semua membantu mengurangi risiko,” papar direktur klinis di Breast Cancer Care tersebut.

Baca Juga : 

Tanda Kurung Siku dan Tanda Petik

Tanda Kurung Siku dan Tanda Petik

Tanda Kurung Siku dan Tanda Petik
Tanda Kurung Siku dan Tanda Petik

Tanda Kurung Siku ([…])

  1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai korekssi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.

Misalnya:

Sang Puteri men[d]engar bunyi gemerisik.

  1. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Misalnya:

Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35––38]) perlu dibentangkan di sini.

 Tanda Petik (“…”)

  1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lainnya.

Misalnya:

“Saya belum siap,” kata Mira, “tunggu sebentar!”

Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.”

  1. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Misalnya:

Sajak “Berdiri Aku” terdaapat pada halaman 5 buku itu.

Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam harian Tempo.

  1. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Misalnya:

Saat ini ia sedang tidak mempunyai pacar yang di kalangan remaja dikenal dengan “jomblo”.

Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan “si Hitam”.

 

Sumber : https://dosen.co.id/