Komponen dan Prinsip Pengembangan Kurikulum

Komponen dan Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pengembangan Kurikulum
Pengembangan Kurikulum

Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) isi/materi; (3) metode atau strategi pencapain tujuan pembelajaran; (4) organisasi kurikulum dan (5) evaluasi.
Tujuan

Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa : ” Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2007 dikemukakan bahwa tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut:

• Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
• Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
• Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
• Tujuan pendidikan institusional tersebut kemudian dijabarkan lagi ke dalam tujuan kurikuler; yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap mata pelajaran yang dikembangkan di setiap sekolah atau satuan pendidikan.

 

Tujuan pembelajaran merupakan tujuan pendidikan yang lebih operasional, yang hendak dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran dari setiap mata pelajaran. Pada tingkat operasional ini, tujuan pendidikan dirumuskan lebih bersifat spesifik dan lebih menggambarkan tentang “what will the student be able to do as result of the teaching that he was unable to do before” (Rowntree dalam Nana Syaodih Sukmadinata, 1997). Tujuan pendidikan tingkat operasional ini lebih menggambarkan perubahan perilaku spesifik apa yang hendak dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran. Merujuk pada pemikiran Bloom, maka perubahan perilaku tersebut meliputi perubahan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran pada tingkat operasional ini akan menentukan terhadap keberhasilan tujuan pendidikan pada tingkat berikutnya. Terlepas dari rangkaian tujuan di atas bahwa perumusan tujuan kurikulum sangat terkait erat dengan filsafat yang melandasinya.

 

Jika kurikulum yang dikembangkan menggunakan dasar filsafat klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme) sebagai pijakan utamanya maka tujuan kurikulum lebih banyak diarahkan pada pencapaian penguasaan materi dan cenderung menekankan pada upaya pengembangan aspek intelektual atau aspek kognitif. Apabila kurikulum yang dikembangkan menggunakan filsafat progresivisme sebagai pijakan utamanya, maka tujuan pendidikan lebih diarahkan pada proses pengembangan dan aktualisasi diri peserta didik dan lebih berorientasi pada upaya pengembangan aspek afektif. Pengembangan kurikulum dengan menggunakan filsafat rekonsktruktivisme sebagai dasar utamanya, maka tujuan pendidikan banyak diarahkan pada upaya pemecahan masalah sosial yang krusial dan kemampuan bekerja sama. Sementara kurikulum yang dikembangkan dengan menggunakan dasar filosofi teknologi pendidikan dan teori pendidikan teknologis, maka tujuan pendidikan lebih diarahkan pada pencapaian kompetensi.

 

Isi / Materi Pembelajaran

Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Seperti telah dikemukakan di atas bahwa pengembangan kurikulum yang didasari filsafat klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme) penguasaan materi pembelajaran menjadi hal yang utama. Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk :
• Teori; seperangkat konstruk atau konsep, definisi atau preposisi yang saling berhubungan, yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan – hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.
• Konsep; suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan, merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.
• Generalisasi; kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus, bersumber dari analisis, pendapat atau pembuktian dalam penelitian.
• Prinsip; yaitu ide utama, pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep.
• Prosedur; yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik.
• Fakta; sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting, terdiri dari terminologi, orang dan tempat serta kejadian.
• Istilah, kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi.

 

• Contoh/ilustrasi, yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat.
• Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya.
• Preposisi, yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.
Materi pembelajaran yang didasarkan pada filsafat progresivisme lebih memperhatikan tentang kebutuhan, minat, dan kehidupan peserta didik. Materi pembelajaran yang didasarkan pada filsafat konstruktivisme, materi pembelajaran dikemas sedemikian rupa dalam bentuk tema-tema dan topik-topik yang diangkat dari masalah-masalah sosial yang krusial, misalnya tentang ekonomi, sosial bahkan tentang alam. Materi pembelajaran yang berlandaskan pada teknologi pendidikan banyak diambil dari disiplin ilmu, tetapi telah diramu sedemikian rupa dan diambil hal-hal yang esensialnya saja untuk mendukung penguasaan suatu kompetensi.
Terlepas dari filsafat yang mendasari pengembangan materi, Nana Syaodih Sukamadinata (1997) mengetengahkan tentang sekuens susunan materi pembelajaran, yaitu :
• Sekuens kronologis; susunan materi pembelajaran yang mengandung urutan waktu.
• Sekuens kausal; susunan materi pembelajaran yang mengandung hubungan sebab-akibat.
• Sekuens struktural; susunan materi pembelajaran yang mengandung struktur materi.

 

• Sekuens logis dan psikologis; sekuensi logis merupakan susunan materi pembelajaran dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan, dari yang sederhana menuju kepada yang kompleks. Sedangkan sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan menuju bagian-bagian, dan dari yang kompleks menuju yang sederhana. Menurut sekuens logis materi pembelajaran disusun dari nyata ke abstrak, dari benda ke teori, dari fungsi ke struktur, dari masalah bagaimana ke masalah mengapa.
• Sekuens spiral ; susunan materi pembelajaran yang dipusatkan pada topik atau bahan tertentu yang populer dan sederhana, kemudian dikembangkan, diperdalam dan diperluas dengan bahan yang lebih kompleks.
• Sekuens rangkaian ke belakang; dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah akhir dan mundur kebelakang. Contoh pemecahan masalah yang bersifat ilmiah, meliputi 5 langkah sebagai berikut : (a) pembatasan masalah; (b) penyusunan hipotesis; (c) pengumpulan data; (d) pengujian hipotesis; dan (e) interpretasi hasil tes.
• Dalam mengajarnya, guru memulai dengan langkah (a) sampai (d), dan peserta didik diminta untuk membuat interprestasi hasilnya (e). Pada kasempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain dari langkah (a) sampai (c) dan peserta didik diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya.
• Sekuens berdasarkan hierarki belajar; prosedur pembelajaran dimulai menganalisis tujuan-tujuan yang ingin dicapai, kemudian dicari suatu hierarki urutan materi pembelajaran untuk mencapai tujuan atau kompetensi tersebut. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai peserta didik, berturut-berturut sampai dengan perilaku terakhir.

Metode atau strategi pencapain tujuan

Metode dan teknik pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal, seperti ceramah atau seminar. Selain itu, pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual. Strategi pembelajaran yang berorientasi pada guru tersebut menurut kalangan progresivisme, yang seharusnya aktif dalam suatu proses pembelajaran adalah peserta didik itu sendiri. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik mendapat dukungan dari kalangan rekonstruktivisme yang menekankan pentingnya proses pembelajaran melalui dinamika kelompok. Pembelajaran cenderung bersifat kontekstual, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan tidak lagi dalam bentuk penyajian dari guru tetapi lebih bersifat individual, langsung, dan memanfaatkan proses dinamika kelompok (kooperatif), seperti : pembelajaran moduler, obeservasi, simulasi atau role playing, diskusi, dan sejenisnya.

 

Sumber : https://www.ayoksinau.com/

Cara budidaya singkong dengan teknologi baru

Cara budidaya singkong dengan teknologi baru

Cara budidaya singkong dengan teknologi baru – Di lndonesia, ubi kayu, atau singkong (Manihot esculenfa) merupakan makanan pokok ke tiga sesudah padi-padian dan jagung. Sedangkan untuk konsumsi masyarakat dunia, terlebih masyarakat negara-negara tropis, tiap th. diproduksi lebih kurang 300 juta ton singkong. Produksi singkong di lndonesia sebagian besar dihasilkan di Jawa (56,6%), Propinsi Lampung (20,5%) dan propinsi lain di lndonesia (22,9%).

Permasalahan lazim terhadap pertanaman singkong adalah produktivitas dan penghasilan yang rendah. Rendahnya produktivitas disebabkan oleh belum diterapkannya teknologi budidaya singkong dengan benar seperti belum dikerjakan pemupukan baik pupuk anorganik maupun organik (pupuk kandang).

Data statistik tunjukkan terjadi penurunan luas areal singkong sebesar 10,81% terhadap th. 2OO4 dan 5,08% terhadap th. 2005. Dengan berkurangnya luas areal tanaman singkong dan meningkatnya keperluan bahan baku singkong untuk industri makanan dan bioetanol waktu produktivitas singkong tetap rendah, maka solusi yang pas adalah peningkatan produktivitas per satuan luas. Kerena itu pemanfaatan sistem tanam double row diinginkan bakal menjadi salah satu alternatif untuk menangani kekurangan bahan baku singkong di masa mendatang.

Bahan Tanaman

Tanaman singkong sebagian besar dikembangkan secara vegetatif yakni dengan setek. Jenis bahan tanaman (varietas/klon) singkong yang banyak ditanam di Lampung antara lain adalah varietas UJ-3 (Thailand), varietas UJ-S (Cassesad), dan klon-lokal (Barokah, Manado, Klenteng, dan lain-lain). Varietas UJ-3 banyak ditanam petani dikarenakan berumur pendek tapi takaran pati yang lebih rendah supaya memicu tingginya rafaksi (potongan timbangan) waktu penjualan hasil di pabrik. Hasil kajian BPTP Lampung bahwa pemanfaatan varietas UJ-S mampu berproduksi tinggi dan punya takaran pati yang tinggi pula.

Cara Tanam

Cara tanaman yang banyak digunakan petani adalah sistem tanam rapat dengan jarak tanam 70 x 80 cm. Cara tanam ini punya banyak kelemahan antara lain pemanfaatan bahan tanaman dalam jumlah besar (18.000 tanaman/ha) dan produktivitas rendah (18-22 ton/ha). Hasil kajian BPTP Lampung tunjukkan bahwa pemanfaatan sistem tanam double row dengan variates UJ-S mampu membuahkan singkong 50-60 ton/ha.

Adapun langkah penanaman singkong sistem double row adalah sebagai berikut :

Penggunaan bibit unggul

Setek untuk bibit tanaman adalah varietas UJ-S yang disita berasal dari tanaman yang berumur lebih berasal dari 8 bulan. Jumlah bibit per hektar dengan sisitem tanam double row adalah 11.200 tanaman. Panjang setek yang digunakan adalah 20 cm.

Pengolahan tanah

Tanah diolah sedalam 25 cm mampu dikerjakan dengan mencangkul, membajak dengan ternak dan traktor. Dibuat guludan atau bedengan dengan jarak ganda (double row) yakni 80 cm dan 160 cm.

Sistem tanam

Sistem atau langkah tanam double row adalah memicu baris ganda (double row) yakni jarak antar barisan 160 cm dan 80 cm, sedang jarak di dalam barisan sama yakni 80 cm. Sehingga jarak tanam singkong baris pertama (160 cm x 80 cm) dan baris ke-2 (80 cm x 80 cm). Penjarangan barisan ini dimaksudkan supaya tanaman lebih banyak meraih sinar matahari untuk sistem fotosintesa, supaya pembentukan zat pati singkong di umbi lebih banyak dan ukuran umbi besar-besar.

Selain itu, satu diantara barisan berukuran 160 cm mampu ditanami jagung dan kacang-kacangan untuk menambah penghasilan petani. Keuntungan lain berasal dari sistem tanam singkong double row adalah jumlah bibit yang digunakan lebih sedikit yakni 11.200 tanaman dibandingkan dengan sistem tanam petani biasa dengan jumlah bibit 18.000 tanaman.

Pemupukan

Dosis pemupukan an-organik per ha yang direkomendasi adalah : 200 kg Urea + 150 kg SP36 + 100 kg KCI dan 5 ton pupuk kandang. Pada musim tanam berikutnya dosis pupuk kandang dikurangi menjadi 3 ton/ha. Pemupukan Urea dikerjakan 2 kali yakni terhadap usia 1 bulan dan 3 bulan, sedang SP36 dan KCI diberikan 1 kali terhadap usia 1 bulan sesudah tanam. Pemberian pupuk kandang dikerjakan terhadap lebih kurang perakaran terhadap usia 2 minggu sesudah tanam.

Pemeliharaan

Penyiangan pertama dikerjakan terhadap usia 3 minggu sampai 1 bulan sesudah tanam. Penyiangan ini dikerjakan secara mekanis dengan menggunakan koret. Sedangkan penyiangan ke-2 dikerjakan terhadap usia 3 bulan sesudah tanam dengan menggunakan herbisida. Penjarangan cabang dikerjakan terhadap usia 1 bulan, dengan jumlah cabang yang dipelihara adalah 2 cabang per tanaman.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Cara Termudah Install Pocophone Launcher di Semua HP Android

Cara Termudah Install Pocophone Launcher di Semua HP Android

Pocophone F1 menjadi salah satu smartphone yang cukup menarik pehatian akhir-akhir ini. Pasalnya smartphone besutan anak perusahaan Xiaomi ini dibekali spesifikasi yang tinggi tetapi dijual dengan harga di bawah rata-rata.

Karena tetap satu saudara dengan Xiaomi, user interface yang digunakannya adalah MIUI yang dimodifiasi khusus untuk Poco. MIUI for Poco ini tawarkan desain cantik dan performa cepat. Selain itu, terkandung pilihan App-drawer jika tidak terlampau bahagia menampilkan seluruh aplikasi di halaman home screen.

Launcher yang digunakan di Pocophone F1 ternyata berhasil memikat banyak orang. Akhirnya Xiaomi pun secara formal merilis aplikasi launcher berikut di Google Play Store bernama POCO Launcher. Sayangnya sampai artikel ini dibuat, launcher berikut tetap di dalam early access dan pendaftaran pengguna sudah penuh.

Cara Termudah Install Pocophone Launcher di Semua HP Android

Meski tidak sanggup didownload segera di Play Store, pengguna selamanya sanggup merasakan launcher POCO lewat cara berikut ini. Pertama-tama download aplikasi POCO Lancher lewat website third-party, salah satunya adalah APK Mirror. Pastikan yang didownload adalah versi terbaru.

Jika sudah download, install POCO Launcher di Android selanjutnya buka aplikasinya dan berikan izin yang diperlukan agar sanggup berlangsung dengan maksimal. Atur terhitung POCO Launcher menjadi launcher default smartphone, hal ini punya tujuan agar waktu menghimpit tombol Home launcher tidak berganti.

Cara Termudah Install Pocophone Launcher di Semua HP Android

POCO Launcher menampilkan seluruh aplikasi di app drawer dan terhitung akan mengelompokan aplikasi berdasarkan kategori. Saat masuk ke menu setting, terkandung lebih dari satu pengaturan sederhana, layaknya Icon pack, otomatis atur grup, pilihan untuk mengelompokan aplikasi berdasarkan warna logonya, scroll bar dan pengaturan Home screen. cara hack wifi di android

Itulah cara gampang untuk install POCO Launcher di seluruh smartphone Android. Belum banyak fitur yang sanggup digunakan di launcher tersebut, tetapi dengan adanya pengembangan lebih lanjut, besar barangkali Xiaomi akan menghadirkan banyak variasi fitur menarik.

5 Fitur Gmail yang Belum Banyak di Ketahui

5 Fitur Gmail yang Belum Banyak di Ketahui

Ditakdirkan sebagai raja teknologi dunia, Google telah memberikan sumbangsih yang besar kepada seluruh mahluk penghuni planet bumi. Pasalnya, perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini telah memanjakan masyarakat dunia bersama beragam teknologi canggih.

Fitur Gmail

Sebut saja, menjadi dari mesin pencarian, proses operasi Android, hingga sederet aplikasi canggih lainnya. Nah! Salah satu aplikasi besutan Google yang paling berpengaruh adalah Gmail. Terbukti, hingga waktu ini Gmail tetap jadi pilihan utama para pengguna internet untuk mengirim surat elektronik alias e-mail.

Tercatat, sejak th. 2016 lalu Gmail telah punyai pengguna aktif kurang lebih 1 miliar orang dan akan konsisten meningkat tiap tiap tahunnya sejalan berkembangnya smartphone Android. Karena, lebih dari satu besar aplikasi bawaan Android butuh hak akses Gmail.

Lantas, apakah kalian termasuk jadi salah satu orang yang kerap menggunakan Gmail untuk berkorespondensi? Dan seberapa kerap kalian lakukan itu? Jika kalian pengguna setia Gmail harus hukumnya untuk tahu 5 tips berikut ini agar kesibukan berkirim email jadi lebih asik.

Swipe Kiri-Kanan untuk tindakan cepat

Kalian pengguna internet aktif dan kerap kali terima pesan yang masuk ke Inbox di Gmail? Sudah dapat dipastikan bahwa didalam sehari tersedia banyak pesan yang akan memenuhi Inbox kalian. Dengan kata lain, tersedia sejumlah email yang sebenarnya tak harus kalian baca atau dianggap penting.

Dengan memandang siapa pengirimnya dan judul email yang masuk, telah memadai mengatakan apakah email berikut penting atau tidak. Dalam hal ini, Gmail App menghadirkan fitur swipe untuk mengeksekusi email secara cepat.

Default-nya, kami dapat menggeser pesan ke kiri dan ke kanan fungsi memuatnya ke didalam arsip. Namun kami termasuk dapat mengubahnya lewat “Setting > General Setting > Swipe actions”. Setelah itu kami dapat membuat perubahan tindakan cepat yang akan dilakukan, layaknya menghapus, mengarsipkan, dan sebagainya.

Cari pesan bersama parameter detail

Adakalanya kami kehilangan email lama yang tenggelam gara-gara ditumpuk oleh sejumlah email baru. Seperti yang kami ketahui, Gmail pun telah sediakan fitur pencarian. Pada dasarnya, kami hanya harus mengetikkan “nama pengirim” atau “judul” dari email yang akan kami cari.

Namun rupanya pengembang aplikasi Gmail, didalam hal ini Google telah sediakan fitur pencarian yang lebih spesifik alias pro. Caranya, kalian dapat mencari email yang di inginkan bersama menggunakan parameter spesifik didalam kotak pencarian.

Misalnya, bersama mengetikkan older_than:1y, kalian dapat mencari email setahun yang lalu. Atau kalian termasuk dapat mengetikkan older_than:1d untuk menampilkan email yang masuk sehari yang lalu. Tidak itu saja, tentunya banyak parameter spesifik yang dapat kalian gunakan. Pelajari lebih lanjut di sini.

Perjelas dan percantik email yang akan dikirim

Untuk memberikan Info kepada orang lain, kami harus menulis pesan secara jelas, mudah untuk dipahami dan menarik untuk dibaca. Jika kalian berkirim email menggunakan Gmail, seluruh itu dapat ditunaikan bersama lebih mudah.

Untuk itulah Gmail App sediakan sejumlah format teks untuk memperkaya tampilannya. Mulai dari teks tebal, miring, garis bawah, seutuhnya telah tersedia utuh. Selain itu, kalian termasuk dapat mempercantik email yang dikirim teks berwarna.

Menghemat ruang

Aplikasi Gmail konsisten lakukan proses sinkronasi. Jika proses ini terjadi amat sering, hal ini pasti akan mempersempit area penyimpanan pada perangkat kalian. Apalagi kecuali didalam sehari, kalian terima puluhan email yang masuk ke Inbox.

Ada baiknya kalian lakukan pengaturan agar kapasitas penyimpanan yang tersedia di didalam smartphone tidak cepat penuh bersama e-mail-e-mail. Untuk itu, atur jangka waktu proses sinkronisasi lewat menu “Setting”. Dengan begitu, storage kalian tidak akan cepat terisi penuh.

Kirim duit atau bayar tagihan

Mungkin fitur yang satu ini telah tersedia memadai lama untuk versi Gmail Web. Tapi, untuk Gmail App, fitur ini tetap terbilang baru. Ya! Inilah trobosan Gmail bersama Google Wallet untuk menghadirkan fitur kirim duit via e-mail. Kedengarannya sebenarnya amat menarik.

Sayangnya hingga waktu ini, fitur berikut hanya berlaku di Amerika Serikat. Namun kami rasa, tidak menutup kemungkinan didalam waktu dekat ini, Google akan merilis fitur pembayaran via Gmail ini untuk negara-negara lainnya, termasuk Indonesia. Jadi, kami menunggu saja!

Cara menghaluskan paras ala Korea

Cara menghaluskan paras ala Korea – Korea Selatan terkenal menggunakan produk kecantikannya yang sangat beragam dan lebih maju. Bahkan negara-negara barat pun mengakui mutakhirnya teknologi kosmetik pada negeri ginseng.

Para wanita pada Korea mendapatkan glass skin alias kulit bening sebening kaca berkat ketelatenan mereka dalam menggunakan skincare.

Deep cleansing secara teratur
Membersihkan paras minimal 2 kali sehari tidak hanya bikin kulit jauh berdasarkan jerawat. Juga mampu menjadikannya mulus dan terhindar berdasarkan kusam.

Proses pembersihan terbaik dilakukan pada 2 langkah atau lebih. Anda sanggup mencoba deep cleansing dengan cleansing oil yang disusul dengan cleanser berbasis foam. Atau bisa juga menggunakan metode 4-dua-4 (4 mnt pemijatan dengan cleansing oil, dua mnt dengan cleanser foam, 4 mnt pemijatan menggunakan air hangat).

Eksfoliasi 1 atau dua kali seminggu
Lakukan eksfoliasi buat mengelupas sel-sel kulit meninggal, menaikkan peredaran, menaikkan produksi kolagen & berakibat kulit lebih halus. Gunakan scrub berdasarkan oatmeal (buat kulit sensitif), gula pasir (buat kulit kemarau), atau enzyme peel. Setelah dieksfoliasi, umumnya kulit pribadi terasa lebih lembut & lunak.

Pakai sheet mask
Sheet mask mengandung cairan pelembap ekstra yang relatif efektif buat menjadikan kulit lebih lembut & kenyal. Lakukan perawatan menggunakan sheet mask yg sinkron kebutuhan kulit Anda minimal seminggu sekali.

Baca Selanjutnya : Cara Memilih Lokasi Budidaya Lobster yang Tepat

Cara Memilih Lokasi Budidaya Lobster yang Tepat

Cara Memilih Lokasi Budidaya Lobster yang Tepat – Lobster galat satu komoditas perikanan yg memiliki nilai jual tinggi di pasar domestik juga mancanegara. Akibat usaha penangkapan lobster yang semakin semakin tinggi diiringi dengan meningkatnya jua permintaan lobster di pangsa pasar, membuat para entrepreneur memiliki peluang akbar untuk membuka usaha budidaya lobster. Dalam membuka usaha budidaya lobster perlu memperhatikan & merancang konstruksi budidaya supaya kelak membentuk panen lobster sinkron yang diharapkan.

Salah satu yg perlu diperhatikan pada membuka bisnis budidaya lobster adalah menetapan lokasi budidaya. Lokasi yang dijadikan tapak usaha adalah salah satu faktor yg wajib diperhatikan secara matang lantaran bila terjadi kesalahan pada pemilihan lokasi budidaya, bisa mengakibatkan kegagalan bisnis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pemilihan lokasi budidaya lobster merupakan menjadi berikut:

Faktor Ekologis
Faktor ekologis adalah faktor utama yg sangat perlu diperhatikan buat menciptakan kondisi lingkungan dalam budidaya dapat sesuai menggunakan syarat lingkungan kehidupan lobster pada alam. Dalam menentukan syarat ekologis yg sempurna, harus dikembangkan beberapa parameter yang dapat digunakan buat menelaah & menilai lokasi pengembangan lobster.

A. Kondisi lingkungan fisik

Habitat orisinil lobster merupakan berada perairan pantai. Hal itulah memutuskan lokasi yang cocok buat bisnis budidaya lobster merupakan berada pada daerah pantai yang terletak pada sekitar teluk, atau selat pada antara pulau yang berdekatan agar terhindar berdasarkan ombak & gelombang yang akbar. Kecepatan arus yg sesuai menggunakan kehidupan lobster sebanyak 20 – 50 centimeter per dtk dengan kedalaman perairan 7 – 15 meter. Lokasi usaha budidaya lobster pula harus terhindar berdasarkan kemudian lintas bahari lantaran kegiatan kapal dapat menyebabkan limbah yang mengakibatkan perubahan kualitas air sehingga dapat menghipnotis kehidupan lobster.

B. Kondisi lingkungan kimiawi

Lobster sangat sensitif terhadap perubahan suhu & salinitas yg mengalami fluktuasi yg tajam. Sehingga pemilihan tepat lokasi budidaya merupakan perairan yang tidak mengalami fluktuasi tajam terhadap salinitas dan suhu dalam perairan tadi. Fluktuasi yang tajam bisa mengakibatkan lobster menjadi stress yang ditandai dengan sulitnya lobster tersebut mengalami pergantian kulit (moulting). Kisaran salinitas yang optimal bagi kehidupan lobster merupakan 25 – 45%.

Lobster sangat rentan terhadap perubahan kualitas airnya sehingga lobster nir bisa bertahan hidup jika perairan tadi mengalami pencemaran. Oleh karena itu, pemilihan lokasi budidaya lobster wajib bebas berdasarkan pencemaran, baik dari pertanian, pemukiman, maupun industri.

Faktor teknis
Teknis budidaya lobster lebih ditekankan dalam kondisi lokasi budidaya buat mengetahui teknologi yang sinkron yg dapat digunakan dalam sistem budidaya tersebut. Lokasi yg cocok buat budidaya lobster merupakan lokasi yg bisa menyediakan pasokan air laut & air tawar yg relatif. Air bahari dipakai buat media budidaya lobster sedangkan air tawar dipakai buat mengontrol kadar garam. Air yg dipakai wajib bebas berdasarkan bahan pencemar atau zat – zat tersuspensi yg membahayakan lainnya.

Faktor Sosial dan Ekonomi
Lokasi budidaya yg dipilih wajib gampang dijangkau agar gampang pada pengadaan saran maupun prasarana yg akan menunjang proses produksi hingga pemasaran pada budidaya lobster tersebut. Usaha budidaya lobster membutuhkan energi kerja yg dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar sebagai akibatnya dapat menaikkan perekonomian wilayah. Selain itu, apabila output panen di ekspor dapat menaikkan juga pendapatan negara sebagai akibatnya perekonomian negara dapat meningkat.

Aspek Peraturan & Undang-Undang
Dalam menentukan lokasi usaha budidaya wajib melakukan izin bisnis sinkron dengan peraturan pemerintah sehingga lokasi tadi nir bertentangan menggunakan peraturan pemerintah.

Sumber : www.faunadanflora.com

Chrome Adopsi Autentikasi Sidik Jari di Android

Chrome Adopsi Autentikasi Sidik Jari di Android

Tim pengembang di belakang Chrome berupaya menjadikan peramban lebih safe dan enteng digunakan. Awal pekan ini perusahaan mengumumkan pembaruan anyar.

Chrome Adopsi Autentikasi Sidik Jari di Android

Chrome 70 beta kini sudah tersedia untuk diunduh di platform Android, macOS, Linux, Chrome OS, dan Windows.

Di pada banyak tambahan yang dimaksudkan untuk pengembang, tersedia beberapa yang dirancang tertentu untuk pengguna.

Yang paling penting adalah autentikasi sidik jari di Android, yang memungkinkan web site web site mengakses sensor sidik jari perangkat dan “wujud identifikasi.”

Dukungan sensor sidik jari berfaedah di web site web site yang menerapkan API sehingga Touch ID sanggup digunakan untuk otentikasi 2 faktor.

Selain itu, versi Android Chrome bakal mengfungsikan “wujud identifikasi”, yang tergantung terhadap tiga API tidak sama untuk mendeteksi wajah, barcode, dan teks Latin dalam gambar di seluruh web.

Perubahan menarik lainnya yang diumumkan oleh pengembang adalah mulai versi Chrome ini, peramban tidak bakal lagi sertakan no build Android dan iOS dalam kronologis identifikasi pengguna.

Perubahan ini dimaksudkan untuk menahan eksploitasi penargetan, sidik jari, dan pelanggaran lain yang sanggup mengakibatkan pelanggaran information pribadi. cara download video youtube di android

Selain dua di atas, beberapa besar peningkatan lain terhadap Chrome 70 beta dimaksudkan untuk pengembang.

Path Tutup Beneran atau Settingan?

Path Tutup Beneran atau Settingan?

Anda pengguna Path ? Kabar duka bagi pengguna Path. Beberapa hari lalu Path menunjukkan menutup platfrom-nya baik aplikasi mobile maupun website.

Path Tutup Beneran atau Settingan

Dalam tulisan di platform-nya, Path terlampau menyesal dikarenakan wajib menutup layanannya. Postingan bertajuk The Last Goodbye selanjutnya mengungkap bahwa Path bakal berhenti berjalan. Ini paham pertanda bahwa Path udah menutup layanannya.

Path memberitahukan bahwa untuk informasi lebih paham tentang perihal ini silahkan berkunjung ke web resminya.

“We deeply regret to inform you that Path will be stop running. Please visit this site for more details on restore/refund process,” tulis Path didalam platform-nya.

Para netizen pun ramai berkomentar di jejaring sosial. Salah satunya Twitter. Kebanyakan netizen menyayangkan tutupnya sarana Path tersebut.

Kami Redaksi Selular.ID lakukan penelusuran berkenaan penutupan sarana Path ini. Sejak tulisan selanjutnya muncul, kami tetap sanggup memanfaatkan sarana Path baik lewat aplikasi Android maupun versi website.

Update status dan aktivitas lainnya tetap sanggup dijalankan di Path sampai saat ini. Menurut kami, barangkali besar Path mengalami error agar muncul tulisan tersebut.

Sekedar informasi, Path sendiri didirikan oleh Dave Morin dan dua rekannya di Amerika Serikat tahun 2010 lalu. Selama lebih dari satu tahun didirikan Path semakin berkembang pesat dan digemari penduduk dunia terhitung Indonesia.

Indonesia terhitung menjadi pasar terbesar untuk Path bersama dengan kuantitas pengguna terbanyak. Karena di saat itu, Path menjadi tempat sosial bersama dengan inovasi baru bagi masyarakat.

Path sendiri lebih berupa privasi dan profil penggunanya cuma sanggup diamati oleh rekan saja tidak untuk mengonsumsi publik. Inilah yang menjadi energi tarik tersendiri penduduk Indonesia terhadap Path.

Melihat potensi tersebut, Path terhitung mendapat kucuran dana berasal dari perusahaan Bakrie yang terhitung sebagai investor Path di tahun 2014 lalu. Selanjutnya di tahun 2015, Path formal diakuisi oleh Daum Kakao, pemilik Kakao Talk.

Namun, sepanjang lebih dari satu tahun terakhir popularitas Path kian meredup di seluruh dunia, terhitung Indonesia. Hingga tahun ini pengguna Path konsisten berkurang.

Sebagian pengguna Path di Indonesia udah menutup akun-nya. Mungkin popularitasnya udah tergantikan oleh jejaring sosial lain.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada info formal berasal dari Path apakah benar bakal menutup layanannya. Hingga saat ini netizen tetap bertanya-tanya apakah Path bakal terlampau tutup atau cuma settingan saja untuk mendongkrak lagi popularitasnya. Nantikan informasi berikutnya.

Pemimpin sebagai Agen Perubahan

Pemimpin sebagai Agen Perubahan

Pemimpin

Layaknya seorang menejer sebuah tim sepak bola ataupun seekor pemimpin belalang, seorang pemimpin organisasi perlu memikirkan bagaimana melakukan perubahan baik secara internal maupun eksternal agar strategi dan kebijakan yang diambilnya sesuai dengan tuntutan lingkungan yang senantiasa berubah. Pemimpin seperti ini oleh Burns (1978) disebut sebagai pemimpin transformasional (Transformational Leadership) atau disebut juga pemimpin penerobos atau breakthrough leadership (Sarros dan Butchatsky, 1996). Karakteristik utama pemimpin transformasional ini diantaranya memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai agen perubahan (agent of change) bagi organisasi, sehingga dapat menciptakan strategi-strategi baru dalam mengembangkan praktik-praktik organisasi yang lebih relevan.

 

Bass dan Avolio (1994) mengemukakan empat dimensi kepemimpinan transformasional:

  1. Dimensi pertama, idealized influence (pengaruh ideal). Artinya, pola perilaku seorang pemimpin harus menjadi suri tauladan bagi para pengikutnya, tutur katanya harus sesuai dengan perbuatannya alias tidak munafik. Pemimpin seperti ini biasanya akan dikagumi, dihormati dan dipercayai oleh para bawahannya. Sebetulnya dimensi ini tidak aneh bagi kita, sebab sudah sejak lama kita mengenal dimensi ini, yakni apa yang disebut dengan prinsip “Ing ngarso sung tulodo.” Yang aneh justru mengapa para pemimpin kita apapun jabatannya, siapapun orangnya dan di manapun ia memimpin, nampaknya sulit sekali merubah dirinya menjadi pemimpin yang bisa ditauladani. Mungkinkah pemimpin kita sama dengan seekor belalang?
  2. Dimensi kedua, inspirational motivation (motivasi inspirasi). Dalam dimensi ini, seorang pemimpin harus mampu bertindak sebagai pencipta semangat kelompok atau tim dalam organisasi, memperlihatkan komitmen yang tinggi terhadap tujuan organisasi dan mampu mengartikulasikan pengharapan (expectation) yang jelas atas kinerja bawahan.
  3. Dimensi ketiga, disebut intellectual stimulation (stimulasi intelektual). Dimensi ini mengandung makna bahwa seorang pemimpin harus mampu berperan sebagai penumbuhkembang ide-ide yang kreatif sehingga dapat melahirkan inovasi, maupun sebagai pemecah masalah (problem solver) yang kreatif sehingga dapat melahirkan solusi terhadap berbagai permasalahan yang muncul dalam organisasi. Dimensi kedua dan ketiga ini dapat disebut sebagai “Ing madyo mangun karso” dalam “budaya” kita. Mudahan para pemimpin kita bertindak sebagai “Ing madyo mangun karso?” Kenyataannya tim PSSI kalah telak oleh tim sepak bola Lebanon.
  4. Dimensi yang keempat adalah individualized consideration (konsiderasi individu). Artinya, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berhubungan dengan bawahan (human skill), mau mendengarkan, memperhatikan aspirasi dari bawah terutama kaitannya dengan pengembangan karier bawahan. Tut Wuri Hadayani.

 

Keempat dimensi kepemimpinan sebagai agen perubahan di atas, dapat menjadi suatu kekuatan atau energi yang dapat menggerakkan, memelihara keseimbangan dan mempertahankan organisasi sekalipun organisasi dihadapkan kepada situasi transisi, kritis, bahkan kemunduran. Jika keempat dimensi ini terus dipertahankan secara konsisten dan disepakati sebagai suatu nilai-nilai, asumsi ataupun kepercayaan oleh seluruh anggota organisasi, maka akan terbentuk apa yang dinamakan budaya organisasi (corporate culture).

Budaya Sebagai Energi Organisasi

Kembali kepada kekalahan tim PSSI, seorang pengamat sepak bola berkomentar, “sebetulnya kualitas pemain kita tidak jauh berbeda dengan para pemain Lebanon, perbedaannya hanya terletak pada kekuatan dan kecepatan pemain kita yang berada di bawah pemain Lebanon.” Komentar yang sangat logis. Karena itu, tidak mungkin seekor belalang merubah dirinya menjadi seekor jangkrik.

Mencermati fenomena kehidupan organisasi sekarang ini, apapun bentuknya, siapapun pemiliknya dan di manapun organisasi itu berada nampaknya tidak lepas dari dimensi kultural dan dimensi manusia sebagai aktornya. Sayangnya, seringkali strategi dan kebijakan organisasi sekarang ini terlalu menitikberatkan kepada dimensi struktural yang bersifat jangka pendek dan mengesampingkan dimensi kultural (budaya) organisasi yang bersifat jangka panjang. Akibatnya organisasi seringkali kehilangan energi, lesu dan tidak berdaya mengantisipasi perubahan lingkungan yang tidak hanya kompleks tetapi juga sangat cepat.

Perhatian terhadap organisasi dari sudut pemahaman budaya, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebetulnya bukan hal baru. Hal ini sudah berkembang sejak para ilmuwan sosial mempelajari organisasi. Pada 1930-an, Elton Mayo menggunakan istilah norma kelompok, Trice et al. (1969) mengemukakan karya tulisnya yang berjudul Ceremonials in Organizational Behavior yang kira-kira sama atau berkaitan dengan pengertian budaya. Namun demikian perhatian yang tinggi terhadap konsep budaya organisasi baru mulai  akhir 1970-an dan awal 1980-an, dimana pada masa itu muncul kebutuhan untuk mengkaji dan meneliti tentang sumbangan pendekatan budaya pada teore organisasi secara  mendalam. Intinya adalah apa dan bagaimana budaya sebagai suatu pendekatan dapat memberikan penjelasan (explanation), pemahaman (understanding), prediksi (prediction), dan pengendalian (control) terhadap fenomena kehidupan organisasi.

Munculnya perhatian yang tinggi terhadap konsep budaya organisasi tampaknya dilatarbelakangi oleh rasa kecewa para ahli terhadap teore-teore rasional (objektif) dalam meramalkan perilaku. Teore-teore tersebut dipandang hanya menjelaskan kulit luar organisasi tetapi tidak menyinggung jiwa organisasi (aspek simbolik di dalam organisasi). Reaksi terhadap teore-teore rasional tradisional akhirnya mendorong suatu perubahan ke arah konsep budaya. Namun demikian, pendekatan kebudayaan tidak dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi objektifistik, positifistik, dan fungsionalistik dalam teore organisasi dan menejemen. Kehadirannya semata-mata sebagai pelengkap dalam rangka  memprediksi dan pengendalian organisasi disamping pendekatan yang ada selama ini. Pertanyaan yang muncul adalah, Betulkah budaya dapat menjadi energi (kekuatan) bagi keberhasilan organisasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita awali dengan pengertian budaya organisasi.


Sumber : https://ngelag.com/

 

Memacu Pertumbuhan Pendidikan Robotika di Indonesia

Memacu Pertumbuhan Pendidikan Robotika di Indonesia

Sinarmas World Academy (SWA) menjadi tuan rumah persaingan kesatu First Lego League (FLL) di Indonesia (25/8/2018). Event kali kesatu di Indonesia ini menyuruh generasi muda anak bangsa beranggapan layaknya seorang ilmuwan dan berpengalaman teknologi.

For Inspiration & Recognition of Science & Technology (FIRST) Lego League telah diadakan di 98 negara dan dibuntuti lebih dari 320.000 peserta.

1. Praktek pembelajaran STEM

Kompetisi yang bertujuan menajamkan kreatifitas anak bangsa ini terdiri dari sejumlah kategori, mulai dari merangkai Lego (Creativity level), mendesain mekanika bergerak (Construction level), sampai kategori robotika (Robotics level).

Di dalam kelompok robotika, terdapat sejumlah sub kategori, diantaranya ialah kategori FLL (FIrst Lego League) dan kelompok WRO (World Robot Olympiad) 2018 open exhibition dan regular competition yang konsentrasi pada mengembangkan kreatifitas anak.

Keseluruhan proses kompetisi diinginkan menjadi wadah terbaik anak mempraktekan edukasi “STEM” (Science, Technology, Engineering and Mathematics) atau integrasi dari subyek latihan sains, teknologi, kiat dan matematika.

Selain persaingan sains dan teknologi, diadakan juga persaingan nasional “U Art”, suatu lompetisi mengecat dan menggambar tingkat nasional dengan merealisasikan metode Accelerated Drawing Technique yang memungkinkan anak dapat menggambar dengan gampang dan cepat.

2. Robotika unsur kurikulum

Acara ini dimulai Prof Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-20, periode 1993-1998 dan Karina Charlotte Mosgart, Deputy Head of Trade Danish Embassy.

Lebih dari 500 murid datang dari 21 kota di Indonesia mengekor kompetisi. “Kami pun sudah mengajar siswa-siswi SWA dalam pembelajaran robotika yang memang adalah www.pelajaran.id bagian dari kurikulum pembelajaran di SWA. Siswa-siswa kami turut serta di dalam lomba robotika kelompok FLL dan WRO,” ucap Haoken, guru SWA.

SWA merealisasikan pembelajaran robotika semenjak usia dini di sekolah. “Teknologi berkembang paling pesat dan urusan ini dapat disaksikan dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), tergolong pada robot, yang mulai memainkan tidak sedikit peran dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kelly, guru SWA.

Hal senada dikatakan Sofia Humas SWA, “FLL membuka kesempatan untuk para murid terlibat dalam pekerjaan pembelajaran otentik di mana mereka merealisasikan skill abad ke-21 dalam urusan Creativity, Critical Thinking, Communication and Collaboration dalam kerangka STEM.”

3. Menuju lomba internasional

Robotik sebagai unsur dari pembelajaran BEST (Business, Engineering, Science and Technology) Pathways di SWA menyerahkan siswa peluang mengembangkan profil pembelajar termasuk empiris dan kemahiran yang bersangkutan dengan jurusan yang bakal mereka ambil di perguruan tinggi.

Dalam persaingan ini, kesebelasan ‘Roboknights’ siswa ruang belajar 5 dan 6 SWA sukses meraih penghargaan tertinggi Champion’s Award FLL. Hal ini sekaligus mengirimkan tim “Roboknights” SWA lolos ke kompetisi robotik selanjutnya, “The World Festival FIRST Lego League Championship” di Houston, Texas, Amerika Serikat, bulan April 2019.

Di samping itu, di kelompok regular WRO, siswa ruang belajar 6 SWA menemukan penghargaan “Robot Performance Award”, kumpulan di tingkat SMP menemukan “Robot Design Award”, dan murid tingkat SMA SWA memenangkan “Robot Programming Award”.

“Kami bercita-cita lebih tidak sedikit lagi generasi anak bangsa Indonesia yang mengekor lomba di bidang sains dan teknologi dan mengekor lomba di ajang internasional di lantas hari,” ujar Sofia.