Cara Memilih Lokasi Budidaya Lobster yang Tepat

Cara Memilih Lokasi Budidaya Lobster yang Tepat – Lobster galat satu komoditas perikanan yg memiliki nilai jual tinggi di pasar domestik juga mancanegara. Akibat usaha penangkapan lobster yang semakin semakin tinggi diiringi dengan meningkatnya jua permintaan lobster di pangsa pasar, membuat para entrepreneur memiliki peluang akbar untuk membuka usaha budidaya lobster. Dalam membuka usaha budidaya lobster perlu memperhatikan & merancang konstruksi budidaya supaya kelak membentuk panen lobster sinkron yang diharapkan.

Salah satu yg perlu diperhatikan pada membuka bisnis budidaya lobster adalah menetapan lokasi budidaya. Lokasi yang dijadikan tapak usaha adalah salah satu faktor yg wajib diperhatikan secara matang lantaran bila terjadi kesalahan pada pemilihan lokasi budidaya, bisa mengakibatkan kegagalan bisnis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pemilihan lokasi budidaya lobster merupakan menjadi berikut:

Faktor Ekologis
Faktor ekologis adalah faktor utama yg sangat perlu diperhatikan buat menciptakan kondisi lingkungan dalam budidaya dapat sesuai menggunakan syarat lingkungan kehidupan lobster pada alam. Dalam menentukan syarat ekologis yg sempurna, harus dikembangkan beberapa parameter yang dapat digunakan buat menelaah & menilai lokasi pengembangan lobster.

A. Kondisi lingkungan fisik

Habitat orisinil lobster merupakan berada perairan pantai. Hal itulah memutuskan lokasi yang cocok buat bisnis budidaya lobster merupakan berada pada daerah pantai yang terletak pada sekitar teluk, atau selat pada antara pulau yang berdekatan agar terhindar berdasarkan ombak & gelombang yang akbar. Kecepatan arus yg sesuai menggunakan kehidupan lobster sebanyak 20 – 50 centimeter per dtk dengan kedalaman perairan 7 – 15 meter. Lokasi usaha budidaya lobster pula harus terhindar berdasarkan kemudian lintas bahari lantaran kegiatan kapal dapat menyebabkan limbah yang mengakibatkan perubahan kualitas air sehingga dapat menghipnotis kehidupan lobster.

B. Kondisi lingkungan kimiawi

Lobster sangat sensitif terhadap perubahan suhu & salinitas yg mengalami fluktuasi yg tajam. Sehingga pemilihan tepat lokasi budidaya merupakan perairan yang tidak mengalami fluktuasi tajam terhadap salinitas dan suhu dalam perairan tadi. Fluktuasi yang tajam bisa mengakibatkan lobster menjadi stress yang ditandai dengan sulitnya lobster tersebut mengalami pergantian kulit (moulting). Kisaran salinitas yang optimal bagi kehidupan lobster merupakan 25 – 45%.

Lobster sangat rentan terhadap perubahan kualitas airnya sehingga lobster nir bisa bertahan hidup jika perairan tadi mengalami pencemaran. Oleh karena itu, pemilihan lokasi budidaya lobster wajib bebas berdasarkan pencemaran, baik dari pertanian, pemukiman, maupun industri.

Faktor teknis
Teknis budidaya lobster lebih ditekankan dalam kondisi lokasi budidaya buat mengetahui teknologi yang sinkron yg dapat digunakan dalam sistem budidaya tersebut. Lokasi yg cocok buat budidaya lobster merupakan lokasi yg bisa menyediakan pasokan air laut & air tawar yg relatif. Air bahari dipakai buat media budidaya lobster sedangkan air tawar dipakai buat mengontrol kadar garam. Air yg dipakai wajib bebas berdasarkan bahan pencemar atau zat – zat tersuspensi yg membahayakan lainnya.

Faktor Sosial dan Ekonomi
Lokasi budidaya yg dipilih wajib gampang dijangkau agar gampang pada pengadaan saran maupun prasarana yg akan menunjang proses produksi hingga pemasaran pada budidaya lobster tersebut. Usaha budidaya lobster membutuhkan energi kerja yg dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar sebagai akibatnya dapat menaikkan perekonomian wilayah. Selain itu, apabila output panen di ekspor dapat menaikkan juga pendapatan negara sebagai akibatnya perekonomian negara dapat meningkat.

Aspek Peraturan & Undang-Undang
Dalam menentukan lokasi usaha budidaya wajib melakukan izin bisnis sinkron dengan peraturan pemerintah sehingga lokasi tadi nir bertentangan menggunakan peraturan pemerintah.

Sumber : www.faunadanflora.com